Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Suatu sore aku menemukan seseorang tua, terseok seok mendorong gerobak baksonya. Dia tampak kesulitan mengendalikan gerobaknya saat melewati lubang-lubang jalan. Roda gerobaknya tampak bengkok sebelah sehingga jalannya tidak sempurna. Setelah gerobak itu dekat, memang benar, roda sebelah kiri bengkok. Ada balutan kain di bannya yang tampak sudah halus tergerus jalan. Pikiranku langsung melayang kemana-mana. Menayangkan bayangan-bayangan memilukan. Ia mungkin tak sanggup mengganti ban gerobaknya karena harus membiayai anaknya sekolah. Atau anaknya banyak, dan bahkan untuk mengganti ban, untuk makan saja bisa jadi kekurangan.

Di lain waktu, selepas sholat maghrib di masjid. Aku lihat seseorang setengah baya menghampiri sepedanya yang bermuatan sate-sate untuk dijual. Malam itu gerimis dan baru saja hujan lebat. Rasa-rasanya setiap ayah akan memilih segera pulang berkumpul dengan keluarga, menikmati secangkir kopi panas dan sepiring mendoan hangat, sambil menonton acara kesukaan. Menyaksikan orang itu menggayuh sepedanya patah-patah menjauh membuat hatiku miris. Ingin rasanya tadi menyapanya, sekedar memperkenalkan nama dan tersenyum.

Aku juga punya seorang kakak yang mungkin dalam pandangan banyak orang kehidupannya tampak memilukan. Ia berjualan ayam dari pasar ke pasar. Bangun pagi-pagi buta sebelum udara mengembun, saat ayam-ayampun masih tertidur pulas. Harus menyembelih ayam dan membersihkannya kemudian berdandan ala kadarnya dan pergi dengan motornya menyusuri jalan roler coaster desaku. Ketika kembali  lagi kerumah kadang ia juga membawa kembali ayamnya yang masih utuh. Ayamnya tak laku di pasar. Sedih sekali rasanya membayangkan kakakku merasakan lelah raga dan lelah jiwanya. Ingin sekali membantu mengambil beberapa bebannya. Namun seiring waktu, ketika melihat kaki-kakinya yang semakin kuat, jiwanya yg berubah menjadi lebih kokoh, dan pikiranya yg semakin dewasa. Membuat sudut pandangku berubah. Aku fikir begitulah cara Allah mengabulkan do’a-do’anya tentang kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan bahagia sekali rasanya melihatnya mampu tetap tegar dan bisa mengatasi kesulitan-kesulitannya setiap hari.

Bahkan sekarang aku berani menyalahkan padangan orang lain yg menyatakan kehidupannya penuh dengan kenelangsaan. Aku menemukan bahwa kehidupannya adalah cerita-cerita heroik seorang anak yang ingin berbakti kepada orang tuanya, pahatan kehormatan seorang ibu, dan lakon kehidupan yang dia jalani dengan tegar, ceria, dan penuh semangat. Ia adalah petarung kehidupan

Namun ia tetaplah manusia biasa yang kadang letih menjalani kesehariaanya. Ia ingin berhenti sejenak, ingin mengeluh. Suatu waktu saat kutelepon, ia terdengar galau dan tak berminat untuk bicara. Aku tanyakan kabar usaha kecilnya. “ah..seperti biasa” katanya tak bersemangat. Dan kemudian aku tahu dari ibuku bahwa ia terlalu lelah dengan semua itu, ia ingin berhenti.

Beberapa hari kemudian aku membaca sebuah artikel menarik tentang rizki. Yang intinya bahwa rizki itu dibagi tiga : 1. Yang kita makan hingga kenyang, 2. Yang kita pakai hingga usang, 3. Yang kita sedekahkan. Selain itu bukanlah rizki kita. Maka bertumpuknya harta belum tentu adalah rizki kita, jika kita tak mampu mendistribusikannya dengan benar. Kemudian aku terburu-buru meneleponya, pelan-pelan bercerita tentang artikel yang baru kubaca. Aku curhat tentang kehidupan-kehidupan memilukan yang sering kulihat. Bercerita tentang murid-muridku yang sering mengeluh malas lagi belajar karena nilai-nilainya tak kunjung membaik, tentang rasa lelah yang sebenarnya adalah akumulasi dari kekecewaan bahwa apa yang kita cari tidak kita dapatkan.

“Ah…mbak” kataku pelan

“Saya fikir, sebenarnya yang kita cari bukanlah harta. Tapi rizki”

“Rizki yang berkah, yang kata orang-orang bijak adalah rahmat terindah yang mengantarkan kebahagiaan kedalam hati kita, yang mengilhamkan rasa syukur saat kelapangan dan kelimpahan, yang meniupkan rasa sabar saat kesempitan”

“Dan kita selalu mendapatkannya setiap hari mbak….”

Kita masih menikmati pagi indah ini kan adinda?
saat burung pipit bertandang, berceloteh riang
Saling mengabarkan tentang akan datangnya tamu kemuliaan
Lalu kita akan ikut berbincang tentang nikmat yang tak kurang-kurang datang

Aku sungguh sangat menginginkan senja itu datang
Tak perlu kita berjalan berdua bergandengankan?
Karena kau juga akan mengingatkan bahwa nafas telah menjadi tasbih
Tidur menjadi ibadah, amal-amal diterima dan do’a diijabah
Tentu saja kita sepakat, akan menghabiskan 1 bulan yg akan datang
Dengan banyak orang, banyak kebajikan.

apakah kita nanti masih akan diikutkan adinda?
Setahun lalu kita berserak-serak mengiba,
meminta dipertemukan lagi dengan senja nanti

lalu aku akan bertanya, apa yang akan kau lakukan jika dipertemukan?
Aku dulu saja adinda yang akan bilang
Sungguh nikmat ini tak kurang-kurang datang
Aku akan menelepon ibu, berterima kasih dan bilang mencintainya sepanjang waktu
Aku akan berbincang dengan ayah, penuh hormat dan bertanya apa yg paling diinginkan
Kemudian meminta maaf kepada kakak-kakakku atas tingkah polah yg merepotkan
Dan berpesan kepada keponakan-keponakanku tentang bakti sepanjang waktu
Lalu aku akan bersujud sepanjang senja itu
Sungguh nikmat ini tak kurang-kurang datang

Kita masih menikmati pagi yang indah inikan adinda?
Matahari pelan naik, sebentar lagi ia akan meraja di puncak sana
Jalan depan rumah semakin ramai. Saling menawar dan berbagi rizki
Aku ingin membeli jeruk untuk keponakan kecilku
Sudah kebayang, ia nanti akan lari menyambutku
Memperlihatkan tentang bonekanya, tentang sepatu barunya
Tentang lukanya saat terpeleset kemaren. Kemudian ia akan menangis teringat itu
Dan aku akan memeluknya mengupas jeruk untuknya
Oh…iya, ini tak bosan-bosan diperdengarkan sepanjang abad
Khutbah rosulullah menjelang ramadhan
Kau pasti ingin mendengarku membacakannya untukmu

 

Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan
Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah pesan Nabi tatkala memasuki Ramadhan.
Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.
Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.
Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.
Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.
Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.
Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.
Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.
Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.
Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”
“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”
“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka.
Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”
Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa.
Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya .
Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).
***
Khutbah Rosululloh diambil dari : http://www.Taushiyah-online.com dan http://www.Hidayatullah.com

Ibu, cukupkah waktu

Ibu, cukupkah waktu
Jika besok aku ingin mencium bau cinta itu di tanganmu
Meraba letihnya perjalanan di kasar telapak kakimu
Karena hati ini terlalu lemas untuk tegas
Untuk tau yang sebenarnya
Bahwa aku adalah alasan itu
Alasan sabar, telah menangguhkan tiap-tiap yang paling kau inginkan
Alasan tegar untuk tetap bertahan dalam setiap himpitan kesempitan
Alasan berani menggadaikan rasa malu demi hari-harimu yang terpoles senyumku
Kemudian…
Biarkan aku malu
Karena cintaku adalah debu di angkasa hatimu
Karena alasan untuk banyak langkahku yang bukan karena cintamu
Karena aku selalu lupa tulusmu dan kau selalu ingat bahagiaku

 

Ibu, cukupkah waktu
Jika aku ingin membalas dongeng-dongeng yang selalu mengantar lelapku waktu itu
Tembang-tembang yang setia meredakan gelisah tangisku kala itu
Dengan menemani tanganmu melempar, seperti tangan Siti Hajar melempar setan
Dengan menggendongmu menundukkan jabal rahmah
Dengan memijit kakimu di putihnya pasir senggigi
Dengan mengintip senja eiffel yang terkenal itu
Ah…ibu
Meski apapun itu tak cukup puas hatimu
Kecuali kupenuhi lirih katamu di setiap gulita itu
“jadikan dia anak soleh”

 

Maafkan ibu, untuk bakti yang tak sempurna
untuk tiap-tiap lupa atas langkah yg selalu kau jaga dengan do’a
Untuk jingga senja yang hilang namamu dalam pinta
untuk waktu yang sia-sia

Bandung, 26 Juni 2011
Upupaepops yang merindu

 

“Suatu ketika ada salah seorang sahabat yang ingin membalas kebaikan ibundanya. Kemudian dia menggendong ibunya pergi jauh, jaraknya sampai 9,6 km. Ketika ibundanya bergerak sedikit saja, lukalah kulitnya. Tapi dia katakan, “Aku Ikhlas untuk ibundaku”. Dia berjalan di bawah terik sinar mentari padang pasir hingga tiba di Ka’bah. Bahkan ketika thawaf pun, terus digendongnya ibunya penuh dengan kasih sayang. Meskipun luka, dia ikhlas karena inilah yang bisa dilakukan untuk ibundanya.
Kemudian dia bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, aku telah menggendong ibuku dari rumah sejauh 9,6 km dan aku ajak berthawaf dan berhaji. Apakah aku sudah bisa membalas jasa ibundaku? Rasulullah menjawab, “belum cukup”.

Cinta bersabarlah

 

Duhai….

kau yang menantiku…

kau tau mencarimu tak sesederhana membeli baju

aku juga tak pernah berhenti membuat kesempatan untuk menemukan takdirku

kadang malah terluka karenanya

tapi aku percaya bahwa luka itu adalah hargamu

 

Duhai…

sungguh jangan pernah katakan bahwa tak kesegeradatanganku

karena khawatir tentang masadepan, tentang kecemasanku tak mampu menanggungmu

sungguh aku telah berserah kepadaNya atas semuanya

mudah bagiNya membuatku mampu mengurusmu

 

duhai…

jika kau memang tercipta untukku

kau adalah rizkiku dan aku adalah rizkimu

dan kehidupan takan memutusnya sampai habis jatah rizki kita

maka tak perlu kau gelisahkan tentang waktu yang terus meminta keremajaanmu

kupinta kau percaya bahwa cinta itu masih utuh untukmu

 

duhai…

tak pernah kusangsikan bahwa kau tak hanya mau

tumbuh menua berbahagia bersamaku

kau juga sanggup dan ikhlas mengecap pahit getir kehidupan berdua

menjejak sudut-sudut nelangsa perjalanan kita

InsyaAllah, pada waktunya semua akan nyata

dan semua hal yang akan kita lewati akan menjadi pupuk cinta

 

duhai…

jika kau adalah bunga kaktus gurun sahara

yang tumbuh di ujung gua yang tersesat

dan tak seorangpun tau keberadaannya

maka tangankulah yang ditakdirkan mengambilnya

jika kau adalah anggrek yg tumbuh di pucuk cemara

tinggi menjulang ribuan depa

maka tangankulah yang ditakdirkan meraihnya

bahkan jika dirimu adalah bungur di tepi jalan

disembunyikan semak belukar hingga tak ada yang bisa melihatnya

maka matakulah yang ditakdirkan melihat keindahannya

karena dirimu ada sebagai alasan diciptakannya cinta kita

 

duhai

suatu hari pada waktunya, kau halal bagiku

maka kita akan bertemu disudut malam

menangis berdua, mengadu dan berbagi rindu denganNya

ar rahman kita khatamkan di roka’at pertama

dan al muzzammil di rakoa’at kedua

maka apa yang lebih indah selain itu

 

izinkan di bait terakhir ini ku menyebutmu

duhai cinta….

apa yang bisa kukatakan selain asta’iinuu bissobri washsholaat

bukan hanya dirimu yang menanti, aku juga tak pernah berhenti mencari

jika kau tercipta dari tulang rusukku, maka pada waktunya hatiku akan menemukanmu

percayalah..

maka ku pinta jaga imanmu, jaga hatimu, dan jaga kehormatanmu

untukku

Cibiru, 15 sya’ban 1432 H

yang mencarimu

Upupaepop

Sukses dan Terkenal

Kelak jika aku sukses dan terkenal maka akan konferensi pers dan bilang begini : Mencapai ini…seperti di puncak sebuah gunung. melihat begitu jauh aku telah berjalan, menyusuri lereng terjal, melintasi hutan lebat. aku sadar kemungkinan untuk tersesat dan tidak sampai pada tujuan jauh lebih besar jika tanpa hiburan dan papahan dari kalian “my true and best friends” untuk itu aku sampaikan tankyu yang terdalam. semoga kalian selalu ingat untuk menyebar lebih banyak kebaikan. banyakin karya2 tentang persahabatan, dan kurangi kecengengan karena cinta (patah hati, cemburu, rebutan cewek ato cowok, dasar kamu bajingan, manusia paling seksi ah…ah.., jomblo ga laku-laku, menangis semalam ditinggal lari pacar. dll). Cinta itu menguatkan cuy. ga nyambung yah….emang dibuat begitu

Iedul Fitri dan Hutan Pinus

Rumah orang tuaku dekat dengan hutan, aku tumbuh dengan segala seluk beluk di dalamnya (hutan). Jadi kurasa aku sedikit lebih tau tentang hutan daripada kalian (pengecualian kalau kalian si Bolang). Salah satu hutan di dekat rumahku adalah hutan pinus. Dulu sembari menunggu kambing gembalaanku kenyang, aku menikmati senja dari celah-celah daun jarumnya,Saat angin sore menyapa, mereka saling bergesek, dan alamak, beeh…. Aku rasa akan begitu sulit untuk menemukan keindahan tandingannya. Siapa? bethoven, Kitaro, Maksim, Vanesa Mae, bukan mengecilkan mereka, tapi aku rasa mereka tetap kalah jika jurinya aku.

Satu yang aku kagumi, meski mereka hidup bersama, tak ada yang mengusik sesamanya, mereka indah dalam harmoni, meski akar mereka jutaan, saling menjuntai dan menusuk dalam tanah, tetaplah menemukan sumber kehidupan tanpa saling merobohkan. Demikian juga daun mereka, meski membutuhkan cahaya matahari yang sama, mereka tak berusaha saling menutupi, malah sebaliknya mereka berusaha berusaha membuka celah untuk yang lain.

Dan lebaran kali ini mengingatkanku kembali pada hutan pinus di dekat rumah bapakku. Sehabis khotib Ied mengucapkan salam, maka semua serentak berdiri, Sholawatpun mengalun syahdu dari setiap mulut “Sholallahu ‘ala Muhammad, sholallahu ‘ala wasalam”. Lihatlah semua tersenyum tulus, semua memaafkan, semua begitu bahagia, semua mengagungkan Allah, semuanya merasa setara, hilang sombong, hilang benci, hilang semua beban. Semua seperti kapuk kembang ilalang, melayang-layang dibawa angin. Oh…begitulah Allah yang maha pengasih mengatur segalanya. Dan kini semua telah kembali kepada asal mereka diciptakan; murni, kembali kepada hulu segala kebahagiaan.

Minnal aidzin wal faidzin.

Do’a penutup

Dan jika esok masih Kau buat alam ini semesta ini seimbang, matahari tetap membawa kehidupan bagi kami, maka langgengkan kebahagiaan ini ya Rabb

Buat kebal jiwa kami pada godaan fana dunia, meski itu tak mungkin

Tapi setidaknya selalu ingatkan kami bahwa seperti inilah kebahagiaan yang kami tuju

Amin…

Ide Kebahagianku

Hidup tenang terpencil di desa, berbuat baik dengan tulus, memiliki perkebunan strowberry, bertani, beternak, dan menanam untuk kehidupan, bukan untuk uang, membuat taman bacaan, di taman itu akan berbagi tentang cinta, bersyukur, murah hati, kesederhanaan, ketulusan, dan nilai-nilai indah yang lain.

Menyibukan diri dengan buku, membaca, menulis, mengajar,

Mencipta lagu, puisi, kisah-kisah inspirasi dan hal-hal atau teknologi yang yang mudah digunakan petani kecil

Berkeluarga, ya tentu, apalagi yang paling diinginkan hati seorang pria

Memulai pagi dengan senyummu, makan siang digubuk dibelai nafas angin, pulang saat hujan satu payung berdua, duduk minum teh sambil menikmati senja, menyapa ramah para petani yang pulang dari ladang, kemudian tidur dengan ranjang yang sempit, bukan karena aku tidak mampu beli, tapi karena kau menginginkannya, kau selalu ingin merasakan detak jantungku.

Anak-anak yang membanggakan, mereka akan belajar banyak bahasa, berani menjalani mimpi , idealis, punya hati yang lembut, dan yang pasti tau menjadi makhluk yang diinginkan oleh  penciptanya.

Rumah kaca, 8 Ramadhan 1430 H

Aku adalah seorang pengajar, selama ini banyak hal yang telah saya alami dan baca dari buku-buku. Ada  teori bagaimana seseorang harus belajar, bagaimana guru mesti mengajar, bagaimana kondisi lingkungan tempat belajar, dll. Sama sekali aku tak menolak semua teori  itu, tapi sampai sejauh ini aku baru menyadari bahwa dalam dunia belajar mengajar hanya dibutuhkan teori  yang begitu simpel yaitu seorang pengajar yang sabar juga penuh kasih sayang dan seorang pembelajar yang memiliki tekad serta kemauan yang kuat. Dua hal itu telah cukup mengantarkan orang-orang hebat mencapai potensi terbesar dalam dirinya. Ambil saja sebagai contoh Andrea Hirata yang telah menulis beografi dirinya yang juga telah menjadi novel terlaris di Indonesia dengan gurunya di waktu SD yaitu Bu Muslimah, kalau anda telah membaca novel laskar pelangi, anda pasti akan merasakan ketulusan dan kasih sayang bu Mus beserta tekad Andrea. Atau contoh lain adalah kisah seorang yang hanya memiliki satu indra untuk berkomunikasi dengan dunia, mata, dan telinganya tak berfungsi sehingga yang bekerja hanya syaraf perabanya saja. Dia adalah Hellen keller yang karena kekuatan tekad dan kasih sayang pembimbingnya Anne Sulivan, akhirnya menjadi motivator, pembicara, dan penulis hebat dunia. Tak cukup dengan dua contoh itu sebut saja satu-persatu sahabat nabi Muhammad yang sebelumnya hanyalah penggembala, bisa menjadi manusia-manusia luar biasa yang namanya terukir dalam sejarah, tentu saja berkat bimbingan dan kasih sayang nabi tercinta mereka.

So, menurutku bukanlah suatu masalah yang perlu dibesar-besarkan jika fasilitas tak mendukung sebuah sekolah. Dimanapun seseorang belajar maka faktor kunci yang membuat kemajuan adalah individu-individu yang berinterkasi di dalamnya.

Rumah Kaca, 17 Maret 2009

Muleh

Ramadhan selalu menjadi moment kerinduan yang begitu klasik

Seperti rindu  untuk pulang setelah sekian lama pergi

Seperti rindu untuk beristirahat setelah begitu lelah beraktivitas

Atau seperti rindu bermain layang-layang di hamparan sawah menghijau

Ramadhan selalu terdefinisi sebagai suatu kesejukan

Seperti suatu sore di hutan cemara, angin semilir meniup daun jarumnya

Menimbulkan desau yang mengipas hati

Atau seperti mengejar kupu-kupu di hamparan kembang ilalang

Kelopak putihnya yang begitu lembut membumbung saat menyibaknya

Oh my God

jangan-jangan selama ini aku sesat

berlari kesana kemari untuk kebahagian tapi lelah yang kudapat

atau aku tak punya tujuan hakiki

I don’t care ah

Pokoknya ketemu ramadhan

Seperti kembali kemasa bayi dalam dekapan bunda

Merasakan detak jantungnya

Merasakan rengkuhan perlindungannya

Marhaban ya ramadhan

Flower’s Family

Ga mau!, pokoknya flower ga mau!”

Astagfirllah flower, sejak kapan flower jadi begini!”

Habisnya Abinya bohong, katanya mau dikasi tau nama-nama rasi bintang sekalian dongengnya!”

Ya Abinya kan sibuk sayang, kalau nanti malam abi ga sibuk flower akan didongengin, ayo sekarang keluar, kita sarapan bareng abi”

kalau ga mau jangan dipaksa! Titik!”

Jadi flower ga mau sekolah!”

Mau tapi ga mau sarapan bareng abi”

ada apa bund?” abi datang

Abi lupa ya?, tadi malam janji sama flower?” bunda berbisik

Astagfirrllah iya” abi menepuk jidatnya

Ya udah, biar sama abi”

Perlahan abi mengetuk pintu pelan

Flower, abi mau minta maaf, buka pintu dong”

Ga mau!, udah 2 kali abi bohong”

Iya sayang, abi ngaku salah, lalu harus dengan cara apa abi minta maaf”

bener ni!” suara flower mulai melunak, matanya berputar2 memikirkan hal jahil untuk balas dendam

Iya tapi buka pintunya dulu, keburu abi telat, flowernya juga telat nanti”

Tapi abi janji dulu, selain nanti sebelum isya abi harus sudah pulang, sekarang abi harus ngelakuin 1 hal buat flower”

Iya flower, abi janji”

Pintu pun di buka flower keluar dengan tersenyum penuh kemenangan

abi sudah janjikan!” flower menatap mata abi menagih

Abi harus nglakuin apa?”

flower mau sarapan sama bunda, dan abi….” Flower berhenti bicara sambil menatap bunda, agak takut-takut, dan ingin mengatakan dalam tatapannya bahwa bunda ga boleh protes

Abi nyanyi selagi kita sarapan” flower meneruskan

Abi dan bunda saling berpandangan. Abi mngernyitkan jidatnya sambil tersenyum, lewat senyumannya itu ingin mengatakan pada bunda “anakmu jahil!, dapat ide dari mana dia”

Oke tuan putri, silahkan ke meja makan dulu, demi tuan putri saya akan melakukan yang terbaik” abi menunduk dan tangannya menunjuk ke ruang makan, seperti recepsionis hotel mempersilahkan tamu

Flower menggandeng tangan bunda kemudian melangkah girang menuju meja makan yang sudah siap dengan menu sarapan kesukaan flower

Waow, nasi goreng teri” mata flower terbelalak girang, ia tersenyum menatap bunda. Pandangan terima kasih, dan bunda sudah terbiasa dengan pandangan seperti itu

Beberapa saat kemudian abi datang mamakai topi koboy sambil menenteng gitar

Permisi tuan putri, silahkan disantap hidangannya”

Flower tersenyum, bunda juga ikut tersenyum

Abi menggeser tempat duduknya agak menjauh dari meja makan

Lagu pertama untuk putri tercantiku, semoga berkenan”

Dan lagu Harold Arlen “Over the rainbow”pun mengalun.

Somewhere over the rainbow
Way up high
There’s a land that I heard of
Once in a lullaby

Somewhere over the rainbow
Skies are blue
And the dreams that you dare to dream
Really do come true

Some day I’ll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemondrops
Away above the chimney tops
That’s where you’ll find me

Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly
Birds fly over the rainbow
Why then, oh why can’t I?
Some day I’ll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemondrops
Away above the chimney tops
That’s where you’ll find me

Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly
Birds fly over the rainbow
Why then, oh why can’t I?

If happy little bluebirds fly
Beyond the rainbow
Why, oh why can’t I?

Jatinangor, 15 Mei 2009

Lagi ngelihat video klipnya lagu diatas, yang dinyayin sama bintang amerikan idol yang rambutnya panjang itu, ga kenal siapa namanya.

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.