Feeds:
Tulisan
Komentar

Iedul Fitri dan Hutan Pinus

Rumah orang tuaku dekat dengan hutan, aku tumbuh dengan segala seluk beluk di dalamnya (hutan). Jadi kurasa aku sedikit lebih tau tentang hutan daripada kalian (pengecualian kalau kalian si Bolang). Salah satu hutan di dekat rumahku adalah hutan pinus. Dulu sembari menunggu kambing gembalaanku kenyang, aku menikmati senja dari celah-celah daun jarumnya,Saat angin sore menyapa, mereka saling bergesek, dan alamak, beeh…. Aku rasa akan begitu sulit untuk menemukan keindahan tandingannya. Siapa? bethoven, Kitaro, Maksim, Vanesa Mae, bukan mengecilkan mereka, tapi aku rasa mereka tetap kalah jika jurinya aku.

Satu yang aku kagumi, meski mereka hidup bersama, tak ada yang mengusik sesamanya, mereka indah dalam harmoni, meski akar mereka jutaan, saling menjuntai dan menusuk dalam tanah, tetaplah menemukan sumber kehidupan tanpa saling merobohkan. Demikian juga daun mereka, meski membutuhkan cahaya matahari yang sama, mereka tak berusaha saling menutupi, malah sebaliknya mereka berusaha berusaha membuka celah untuk yang lain.

Dan lebaran kali ini mengingatkanku kembali pada hutan pinus di dekat rumah bapakku. Sehabis khotib Ied mengucapkan salam, maka semua serentak berdiri, Sholawatpun mengalun syahdu dari setiap mulut “Sholallahu ‘ala Muhammad, sholallahu ‘ala wasalam”. Lihatlah semua tersenyum tulus, semua memaafkan, semua begitu bahagia, semua mengagungkan Allah, semuanya merasa setara, hilang sombong, hilang benci, hilang semua beban. Semua seperti kapuk kembang ilalang, melayang-layang dibawa angin. Oh…begitulah Allah yang maha pengasih mengatur segalanya. Dan kini semua telah kembali kepada asal mereka diciptakan; murni, kembali kepada hulu segala kebahagiaan.

Minnal aidzin wal faidzin.

Do’a penutup

Dan jika esok masih Kau buat alam ini semesta ini seimbang, matahari tetap membawa kehidupan bagi kami, maka langgengkan kebahagiaan ini ya Rabb

Buat kebal jiwa kami pada godaan fana dunia, meski itu tak mungkin

Tapi setidaknya selalu ingatkan kami bahwa seperti inilah kebahagiaan yang kami tuju

Amin…

Ide Kebahagianku

Hidup tenang terpencil di desa, berbuat baik dengan tulus, memiliki perkebunan strowberry, bertani, beternak, dan menanam untuk kehidupan, bukan untuk uang, membuat taman bacaan, di taman itu akan berbagi tentang cinta, bersyukur, murah hati, kesederhanaan, ketulusan, dan nilai-nilai indah yang lain.

Menyibukan diri dengan buku, membaca, menulis, mengajar,

Mencipta lagu, puisi, kisah-kisah inspirasi dan hal-hal atau teknologi yang yang mudah digunakan petani kecil

Berkeluarga, ya tentu, apalagi yang paling diinginkan hati seorang pria

Memulai pagi dengan senyummu, makan siang digubuk dibelai nafas angin, pulang saat hujan satu payung berdua, duduk minum teh sambil menikmati senja, menyapa ramah para petani yang pulang dari ladang, kemudian tidur dengan ranjang yang sempit, bukan karena aku tidak mampu beli, tapi karena kau menginginkannya, kau selalu ingin merasakan detak jantungku.

Anak-anak yang membanggakan, mereka akan belajar banyak bahasa, berani menjalani mimpi , idealis, punya hati yang lembut, dan yang pasti tau menjadi makhluk yang diinginkan oleh  penciptanya.

Rumah kaca, 8 Ramadhan 1430 H

Aku adalah seorang pengajar, selama ini banyak hal yang telah saya alami dan baca dari buku-buku. Ada  teori bagaimana seseorang harus belajar, bagaimana guru mesti mengajar, bagaimana kondisi lingkungan tempat belajar, dll. Sama sekali aku tak menolak semua teori  itu, tapi sampai sejauh ini aku baru menyadari bahwa dalam dunia belajar mengajar hanya dibutuhkan teori  yang begitu simpel yaitu seorang pengajar yang sabar juga penuh kasih sayang dan seorang pembelajar yang memiliki tekad serta kemauan yang kuat. Dua hal itu telah cukup mengantarkan orang-orang hebat mencapai potensi terbesar dalam dirinya. Ambil saja sebagai contoh Andrea Hirata yang telah menulis beografi dirinya yang juga telah menjadi novel terlaris di Indonesia dengan gurunya di waktu SD yaitu Bu Muslimah, kalau anda telah membaca novel laskar pelangi, anda pasti akan merasakan ketulusan dan kasih sayang bu Mus beserta tekad Andrea. Atau contoh lain adalah kisah seorang yang hanya memiliki satu indra untuk berkomunikasi dengan dunia, mata, dan telinganya tak berfungsi sehingga yang bekerja hanya syaraf perabanya saja. Dia adalah Hellen keller yang karena kekuatan tekad dan kasih sayang pembimbingnya Anne Sulivan, akhirnya menjadi motivator, pembicara, dan penulis hebat dunia. Tak cukup dengan dua contoh itu sebut saja satu-persatu sahabat nabi Muhammad yang sebelumnya hanyalah penggembala, bisa menjadi manusia-manusia luar biasa yang namanya terukir dalam sejarah, tentu saja berkat bimbingan dan kasih sayang nabi tercinta mereka.

So, menurutku bukanlah suatu masalah yang perlu dibesar-besarkan jika fasilitas tak mendukung sebuah sekolah. Dimanapun seseorang belajar maka faktor kunci yang membuat kemajuan adalah individu-individu yang berinterkasi di dalamnya.

Rumah Kaca, 17 Maret 2009

Muleh

Ramadhan selalu menjadi moment kerinduan yang begitu klasik

Seperti rindu  untuk pulang setelah sekian lama pergi

Seperti rindu untuk beristirahat setelah begitu lelah beraktivitas

Atau seperti rindu bermain layang-layang di hamparan sawah menghijau

Ramadhan selalu terdefinisi sebagai suatu kesejukan

Seperti suatu sore di hutan cemara, angin semilir meniup daun jarumnya

Menimbulkan desau yang mengipas hati

Atau seperti mengejar kupu-kupu di hamparan kembang ilalang

Kelopak putihnya yang begitu lembut membumbung saat menyibaknya

Oh my God

jangan-jangan selama ini aku sesat

berlari kesana kemari untuk kebahagian tapi lelah yang kudapat

atau aku tak punya tujuan hakiki

I don’t care ah

Pokoknya ketemu ramadhan

Seperti kembali kemasa bayi dalam dekapan bunda

Merasakan detak jantungnya

Merasakan rengkuhan perlindungannya

Marhaban ya ramadhan

Flower’s Family

Ga mau!, pokoknya flower ga mau!”

Astagfirllah flower, sejak kapan flower jadi begini!”

Habisnya Abinya bohong, katanya mau dikasi tau nama-nama rasi bintang sekalian dongengnya!”

Ya Abinya kan sibuk sayang, kalau nanti malam abi ga sibuk flower akan didongengin, ayo sekarang keluar, kita sarapan bareng abi”

kalau ga mau jangan dipaksa! Titik!”

Jadi flower ga mau sekolah!”

Mau tapi ga mau sarapan bareng abi”

ada apa bund?” abi datang

Abi lupa ya?, tadi malam janji sama flower?” bunda berbisik

Astagfirrllah iya” abi menepuk jidatnya

Ya udah, biar sama abi”

Perlahan abi mengetuk pintu pelan

Flower, abi mau minta maaf, buka pintu dong”

Ga mau!, udah 2 kali abi bohong”

Iya sayang, abi ngaku salah, lalu harus dengan cara apa abi minta maaf”

bener ni!” suara flower mulai melunak, matanya berputar2 memikirkan hal jahil untuk balas dendam

Iya tapi buka pintunya dulu, keburu abi telat, flowernya juga telat nanti”

Tapi abi janji dulu, selain nanti sebelum isya abi harus sudah pulang, sekarang abi harus ngelakuin 1 hal buat flower”

Iya flower, abi janji”

Pintu pun di buka flower keluar dengan tersenyum penuh kemenangan

abi sudah janjikan!” flower menatap mata abi menagih

Abi harus nglakuin apa?”

flower mau sarapan sama bunda, dan abi….” Flower berhenti bicara sambil menatap bunda, agak takut-takut, dan ingin mengatakan dalam tatapannya bahwa bunda ga boleh protes

Abi nyanyi selagi kita sarapan” flower meneruskan

Abi dan bunda saling berpandangan. Abi mngernyitkan jidatnya sambil tersenyum, lewat senyumannya itu ingin mengatakan pada bunda “anakmu jahil!, dapat ide dari mana dia”

Oke tuan putri, silahkan ke meja makan dulu, demi tuan putri saya akan melakukan yang terbaik” abi menunduk dan tangannya menunjuk ke ruang makan, seperti recepsionis hotel mempersilahkan tamu

Flower menggandeng tangan bunda kemudian melangkah girang menuju meja makan yang sudah siap dengan menu sarapan kesukaan flower

Waow, nasi goreng teri” mata flower terbelalak girang, ia tersenyum menatap bunda. Pandangan terima kasih, dan bunda sudah terbiasa dengan pandangan seperti itu

Beberapa saat kemudian abi datang mamakai topi koboy sambil menenteng gitar

Permisi tuan putri, silahkan disantap hidangannya”

Flower tersenyum, bunda juga ikut tersenyum

Abi menggeser tempat duduknya agak menjauh dari meja makan

Lagu pertama untuk putri tercantiku, semoga berkenan”

Dan lagu Harold Arlen “Over the rainbow”pun mengalun.

Somewhere over the rainbow
Way up high
There’s a land that I heard of
Once in a lullaby

Somewhere over the rainbow
Skies are blue
And the dreams that you dare to dream
Really do come true

Some day I’ll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemondrops
Away above the chimney tops
That’s where you’ll find me

Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly
Birds fly over the rainbow
Why then, oh why can’t I?
Some day I’ll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemondrops
Away above the chimney tops
That’s where you’ll find me

Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly
Birds fly over the rainbow
Why then, oh why can’t I?

If happy little bluebirds fly
Beyond the rainbow
Why, oh why can’t I?

Jatinangor, 15 Mei 2009

Lagi ngelihat video klipnya lagu diatas, yang dinyayin sama bintang amerikan idol yang rambutnya panjang itu, ga kenal siapa namanya.

Di pelukan Dingin

Di pelukan dingin. Diselimuti kabut. Didera gerimis. Ditusuk angin. Dalam kelelahan. Dipijit rasa nyeri.
Di tengah semua ini ya Allah….
Apa yang hamba cari…

Barangkali Engkau
Sebab di sunyi ini hamba ingin meratap
Meminta pengampunan hati yang sering berhianat

Barangkali matahari
Yang Kau pinta datang melipat malam
Merekah bunga disulut nyalanya
Mungkin segala asa yang beku menggenang beriak-riak disapa hangatnya

Barangkali pagi
Yang kau pinta menguntai embun di pucuk-pucuk daun
Mungkin luruh congkak jiwa dilarut beningnya

Barangkali aku tak tahu
Berharap celup pemahaman dari-Mu

Mengenang malam di puncak gunung cikurai, Jatinangor-cibiru, 11 Januari 2009

GAZA

Duhai, lihatlah
Kabar baik itu telah datang dari langit dunia
Meski awan disana masih memuram
Meski tanah disana masih membasah darah
Meski debu disana masih memerah saga

Duhai, lihatlah
Kabar baik itu telah datang dari langit dunia
Benarlah. Nyatalah. Tak ada peluh yang menguap sia-sia
Tak ada darah yang mengalir mubazir
Tak ada do’a yang terbang gentayangan
Setiap titik di ruang dan waktu takan pernah lupa dihitungnya

Duhai, lihatlah
Kabar baik itu telah datang dari langit dunia
Bepuluh tahun kabarnya redam oleh angin
Kalis oleh hujan
Dan kini….
”Demi Gaza, untuk Gaza….”
Indah ya Allah, biarkan hamba menangis mendengarnya

Duhai, lihatlah
Tak berbilang malaikat datang
Bukan. Bukan membantu hamas menumpas penindas
Tapi datang pada tiap hati
Membuka pintunya dan menaruh darah Gaza di dalamnya

Ini darahku, ini darah kita
Ini Gazaku, ini Gaza kita

Rumah Kaca, 9 Januari 09

Duhai, jika kau lagi bersedih, merasa kehidupan tak lagi berbaik hati, baiknya kau tau bahwa kisahmu hari ini baru sepotong yang kau terima, belum lengkap, belum sampai pada ujungnya. Beruntung kelak kau menerima utuhnya.

Duhai, jika kau lagi bersedih, merasa kehidupan tak lagi adil, apakah kau anggap tuhan semesta alam buatkan kisah buruk buatmu, apakah kau anggap Dia tak mau tau keluh kesahmu.

Duhai, baiknya kau tau, ada rencana-rencana indah buatmu. sengaja. khusus buatmu. Hanya saja kau tak tau itu. Kau hanya diminta percaya. Cukup percaya saja.

Duhai, tak cukupkah janji-janjiNya itu tempat kau berpegang

rumah kaca, 28 Nov ‘08

Puisi tengah malam

Bro.….

Bahkan kini telah sepi hatiku, meski kau masih disini

Kau tahu….

Mungkin hatiku telah kemasa depan

Tak melihatmu dalam lembaran-lembaran harinya

Ia kesepian…

Kedinginan

Bro…

Tak bisakah kita duduk disini

Hingga malam melewati kita

Tak usahlah ada kata-kata

Biarkan hati yang membahasnya

Sesi pertama : dosa

Sesi kedua : mimpi

Sesi ketiga : rindu

Bro

Tanks for every moment that have been throught

Jatinangor, 9 November 2008

Pria berbelanja cinta

Berbelanja “cinta” di sebuah toko “Calon Istri

Ini sebuah kisah yang sering kali kita dengar. Bahkan mungkin pernah kita baca berkali-kali. Akan saya ceritakan ulang…. Tentang seorang pria yang diberikan kesempatan berbelanja “cinta” di sebuah toko “Calon Istri”. Ada enam lantai di toko tersebut dengan masing-masing kelompok calon istri, setiap pria yang masuk bisa memilih cintanya di setiap lantai dengan satu SYARAT: “Anda hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI” Dan jika sudah naik ke lantai berikutnya, sama sekali tidak boleh turun. harga sesuai dengan lantai.Lalu, seorang pria pun pergi ke toko “istri” tersebut untuk mencari calon istrinya.

LANTAI 1 : Gadis di lantai ini mau menerima kita apa adanya dan berjilbab rapi. pria itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

LANTAI 2: Gadis di lantai ini mau menerima kita apa adanya,berjilbab rapi, dan pinter masak. Kembali pria itu naik ke lantai selanjutnya.

LANTAI 3: Gadis di lantai ini mau menerima kita apa adanya, berjilbab rapi, pinter masak dan “macuaan” (manis tur cuaaantik )….

banget. ” Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran dan ingin terus naik.

Lalu sampailah pria itu di lantai 4, disitu terdapat tulisan LANTAI 4: Gadis di lantai ini mau menerima kita apa adanya, berjilbab rapi, pinter masak ,“macuaan” (manis tur cuaaantik )banget dan pinter mengatur keuangan keluarga. ”Astaghfirullah!” Dia berseru, ”Aku hampir tak percaya.” Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 kemudian terdapat tulisan seperti ini: LANTAI 5: Gadis di lantai ini mau menerima kita apa adanya ,berjilbab rapi, pinter masak ,“macuaan” (manis tur cuaaantik )banget, pinter mengatur keuangan keluarga dan mau dipoligami

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah terus ke lantai 6. Tapi apa yang dia temukan? Ya ampun hanya terdapat tulisan seperti ini: LANTAI 6: Anda adalah pengunjung yang ke-4.363.012. Tidak ada gadis di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk lelaki yang tidak pernah merasa puas. Terima kasih telah berbelanja di toko “Istri“. Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat anda.

Pesan moralnya? : terserah anda ajalah

Di adaptasi ulang dari naskah yang dibacakan pada sebuah acara di radio pro 2 FM,Judul naskah aslinya lupa, tapi pengarangnya Tere Liye

Tulisan Sebelumnya »