Diposkan dalam Puisi pada November 21, 2008 | Leave a Comment »
Bro.….
Bahkan kini telah sepi hatiku, meski kau masih disini
Kau tahu….
Mungkin hatiku telah kemasa depan
Tak melihatmu dalam lembaran-lembaran harinya
Ia kesepian…
Kedinginan
Bro…
Tak bisakah kita duduk disini
Hingga malam melewati kita
Tak usahlah ada kata-kata
Biarkan hati yang membahasnya
Sesi pertama : dosa
Sesi kedua : mimpi
Sesi ketiga : rindu
Bro…
Tanks for every moment that have been throught
Jatinangor, 9 November 2008
Untuk mentranslate bahasa
Berbelanja “cinta” di sebuah toko “Calon Istri”
Ini sebuah kisah yang sering kali kita dengar. Bahkan mungkin pernah kita baca berkali-kali. Akan saya ceritakan ulang…. Tentang seorang pria yang diberikan kesempatan berbelanja “cinta” di sebuah toko “Calon Istri”. Ada enam lantai di toko tersebut dengan masing-masing kelompok calon istri, setiap pria yang masuk bisa memilih [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Puisi pada November 9, 2008 | Leave a Comment »
Ya robbi
Hamba yang sering hilang kemudi
Kadang tersesat dalam rimba jahat dunia
Tak tau sedang melangkah kemana
Meminta arah
Akankah Kau kabulkan ya Allah…
Hiks……
Ya ’alim
Hamba yang payah
Tak kuat menahan bujukan maksiat
Memohon kembali pada rambuMu
Mesti dengan satu syarat
”hamba tak kuat dengan tilangMu”
Akankah Kau kabulkan ya Allah…
Hiks…
Ya ghofar
Hamba yang tak tau diri
Tak pernah lupa ingkar janji
Hiks…
Ya kholik
Hamba [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam catatan langkah kecilku pada November 9, 2008 | 1 Komentar »
Dia memelukku begitu erat, meski kemudian tertawa kecil, seakan apa yang dilakukan barusan cuma bercanda. Hari ini ia sampai pada puncak pendakiannya yang panjang dan melelahkan. Fresh graduate, seorang sarjana perguruan tinggi terkemuka di negeri ini.
Saat dipeluk sejujurnya kurasakan perasaannya mengalir masuk, meresap tak beraturan, kemudian buncah menguap, seperti angin pagi yang ingin membagi dinginnya, [...]
Untuk mentranslate bahasa