Dia memelukku begitu erat, meski kemudian tertawa kecil, seakan apa yang dilakukan barusan cuma bercanda. Hari ini ia sampai pada puncak pendakiannya yang panjang dan melelahkan. Fresh graduate, seorang sarjana perguruan tinggi terkemuka di negeri ini.
Saat dipeluk sejujurnya kurasakan perasaannya mengalir masuk, meresap tak beraturan, kemudian buncah menguap, seperti angin pagi yang ingin membagi dinginnya, kemudian bergumul dengan hawa dari tubuh kita. Aku jadi terharu hiks….
Tapi gara-gara gaya cengengesannya itu tak jadilah aku menangis.
Nah kawan, tahukah engkau… saat dipeluk itu aku jadi mengerti satu hal.
Bahwa kebahagiaan itu takan berkurang saat dibagi, malah bertambah berkali-kali lipat. Subhanallah.
Dan akhirnya meski tak kusampaikan, aku menyemai satu harapan atas moment berbahagia itu. Smoga engkau tak pernah bosan mendaki dan mendaki lagi sobat, karena “the dream that you dare to dream really do come true”
Jatinangor, 29 Oktober 2008
gw tau orang cupu itu kang..
tapi gw yakin tu orang menyalurkan energi kebahagiaan atau kesedihanny atau entahlah rasa itu lewat pelukan pada saat dia menempelkan dadanya ke dadamu
energi yang menggetar itu tersalurlah adanya..
memompa jantungmu
hampir2 dikau meneteskan air mana toh?
luar biasa energi itu terfrekuensi ya
tapi itulah rasa orang itu
seperti juga yang kau rasa saat energi itu masuk
melankowrock populis plagmatis LAH BAH!