“Ga mau!, pokoknya flower ga mau!”
“Astagfirllah flower, sejak kapan flower jadi begini!”
“Habisnya Abinya bohong, katanya mau dikasi tau nama-nama rasi bintang sekalian dongengnya!”
“Ya Abinya kan sibuk sayang, kalau nanti malam abi ga sibuk flower akan didongengin, ayo sekarang keluar, kita sarapan bareng abi”
“kalau ga mau jangan dipaksa! Titik!”
“Jadi flower ga mau sekolah!”
“Mau tapi ga mau sarapan bareng abi”
“ada apa bund?” abi datang
“Abi lupa ya?, tadi malam janji sama flower?” bunda berbisik
“Astagfirrllah iya” abi menepuk jidatnya
“Ya udah, biar sama abi”
Perlahan abi mengetuk pintu pelan
“Flower, abi mau minta maaf, buka pintu dong”
“Ga mau!, udah 2 kali abi bohong”
“Iya sayang, abi ngaku salah, lalu harus dengan cara apa abi minta maaf”
“bener ni!” suara flower mulai melunak, matanya berputar2 memikirkan hal jahil untuk balas dendam
“Iya tapi buka pintunya dulu, keburu abi telat, flowernya juga telat nanti”
“Tapi abi janji dulu, selain nanti sebelum isya abi harus sudah pulang, sekarang abi harus ngelakuin 1 hal buat flower”
“Iya flower, abi janji”
Pintu pun di buka flower keluar dengan tersenyum penuh kemenangan
“abi sudah janjikan!” flower menatap mata abi menagih
“Abi harus nglakuin apa?”
“flower mau sarapan sama bunda, dan abi….” Flower berhenti bicara sambil menatap bunda, agak takut-takut, dan ingin mengatakan dalam tatapannya bahwa bunda ga boleh protes
“Abi nyanyi selagi kita sarapan” flower meneruskan
Abi dan bunda saling berpandangan. Abi mngernyitkan jidatnya sambil tersenyum, lewat senyumannya itu ingin mengatakan pada bunda “anakmu jahil!, dapat ide dari mana dia”
“Oke tuan putri, silahkan ke meja makan dulu, demi tuan putri saya akan melakukan yang terbaik” abi menunduk dan tangannya menunjuk ke ruang makan, seperti recepsionis hotel mempersilahkan tamu
Flower menggandeng tangan bunda kemudian melangkah girang menuju meja makan yang sudah siap dengan menu sarapan kesukaan flower
“Waow, nasi goreng teri” mata flower terbelalak girang, ia tersenyum menatap bunda. Pandangan terima kasih, dan bunda sudah terbiasa dengan pandangan seperti itu
Beberapa saat kemudian abi datang mamakai topi koboy sambil menenteng gitar
“Permisi tuan putri, silahkan disantap hidangannya”
Flower tersenyum, bunda juga ikut tersenyum
Abi menggeser tempat duduknya agak menjauh dari meja makan
“Lagu pertama untuk putri tercantiku, semoga berkenan”
Dan lagu Harold Arlen “Over the rainbow”pun mengalun.
Somewhere over the rainbow
Way up high
There’s a land that I heard of
Once in a lullaby
Somewhere over the rainbow
Skies are blue
And the dreams that you dare to dream
Really do come true
Some day I’ll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemondrops
Away above the chimney tops
That’s where you’ll find me
Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly
Birds fly over the rainbow
Why then, oh why can’t I?
Some day I’ll wish upon a star
And wake up where the clouds are far behind me
Where troubles melt like lemondrops
Away above the chimney tops
That’s where you’ll find me
Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly
Birds fly over the rainbow
Why then, oh why can’t I?
If happy little bluebirds fly
Beyond the rainbow
Why, oh why can’t I?
Jatinangor, 15 Mei 2009
Lagi ngelihat video klipnya lagu diatas, yang dinyayin sama bintang amerikan idol yang rambutnya panjang itu, ga kenal siapa namanya.