Kita masih menikmati pagi indah ini kan adinda? saat burung pipit bertandang, berceloteh riang Saling mengabarkan tentang akan datangnya tamu kemuliaan Lalu kita akan ikut berbincang tentang nikmat yang tak kurang-kurang datang Aku sungguh sangat menginginkan senja itu datang Tak perlu kita berjalan berdua bergandengankan? Karena kau juga akan mengingatkan bahwa nafas telah menjadi tasbih [...]
Arsip untuk ‘catatan langkah kecilku’ Kategori
Tentang Nikmat yang Tak Kurang-kurang Datang Adinda
Diposkan dalam Puisi pada Juli 31, 2011 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Ibu, cukupkah waktu
Diposkan dalam Puisi, Label bakti, Ibu, Puisi, senggigi pada Juli 27, 2011 | 3 Komentar »
Ibu, cukupkah waktu Jika besok aku ingin mencium bau cinta itu di tanganmu Meraba letihnya perjalanan di kasar telapak kakimu Karena hati ini terlalu lemas untuk tegas Untuk tau yang sebenarnya Bahwa aku adalah alasan itu Alasan sabar, telah menangguhkan tiap-tiap yang paling kau inginkan Alasan tegar untuk tetap bertahan dalam setiap himpitan kesempitan Alasan [...]
Sukses dan Terkenal
Diposkan dalam catatan langkah kecilku pada November 26, 2009 | 2 Komentar »
Kelak jika aku sukses dan terkenal maka akan konferensi pers dan bilang begini : Mencapai ini…seperti di puncak sebuah gunung. melihat begitu jauh aku telah berjalan, menyusuri lereng terjal, melintasi hutan lebat. aku sadar kemungkinan untuk tersesat dan tidak sampai pada tujuan jauh lebih besar jika tanpa hiburan dan papahan dari kalian “my true and [...]
Ide Kebahagianku
Diposkan dalam catatan langkah kecilku, Label Desa, Kebahagiaan, Keluarga pada September 1, 2009 | 3 Komentar »
Hidup tenang terpencil di desa, berbuat baik dengan tulus, memiliki perkebunan strowberry, bertani, beternak, dan menanam untuk kehidupan, bukan untuk uang, membuat taman bacaan, di taman itu akan berbagi tentang cinta, bersyukur, murah hati, kesederhanaan, ketulusan, dan nilai-nilai indah yang lain. Menyibukan diri dengan buku, membaca, menulis, mengajar, Mencipta lagu, puisi, kisah-kisah inspirasi dan hal-hal [...]
Muleh
Diposkan dalam Puisi, Label damai, muleh, pulang, Ramadhan pada Agustus 18, 2009 | 2 Komentar »
Ramadhan selalu menjadi moment kerinduan yang begitu klasik Seperti rindu untuk pulang setelah sekian lama pergi Seperti rindu untuk beristirahat setelah begitu lelah beraktivitas Atau seperti rindu bermain layang-layang di hamparan sawah menghijau Ramadhan selalu terdefinisi sebagai suatu kesejukan Seperti suatu sore di hutan cemara, angin semilir meniup daun jarumnya Menimbulkan desau yang mengipas hati [...]
Flower’s Family
Diposkan dalam catatan langkah kecilku, Label amerikan idol, Over the rainbow pada Mei 17, 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
“Ga mau!, pokoknya flower ga mau!” “Astagfirllah flower, sejak kapan flower jadi begini!” “Habisnya Abinya bohong, katanya mau dikasi tau nama-nama rasi bintang sekalian dongengnya!” “Ya Abinya kan sibuk sayang, kalau nanti malam abi ga sibuk flower akan didongengin, ayo sekarang keluar, kita sarapan bareng abi” “kalau ga mau jangan dipaksa! Titik!” “Jadi flower ga [...]
Di pelukan Dingin
Diposkan dalam Puisi pada Januari 27, 2009 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Di pelukan dingin. Diselimuti kabut. Didera gerimis. Ditusuk angin. Dalam kelelahan. Dipijit rasa nyeri. Di tengah semua ini ya Allah…. Apa yang hamba cari… Barangkali Engkau Sebab di sunyi ini hamba ingin meratap Meminta pengampunan hati yang sering berhianat Barangkali matahari Yang Kau pinta datang melipat malam Merekah bunga disulut nyalanya Mungkin segala asa yang [...]
Duhai, lihatlah Kabar baik itu telah datang dari langit dunia Meski awan disana masih memuram Meski tanah disana masih membasah darah Meski debu disana masih memerah saga Duhai, lihatlah Kabar baik itu telah datang dari langit dunia Benarlah. Nyatalah. Tak ada peluh yang menguap sia-sia Tak ada darah yang mengalir mubazir Tak ada do’a yang [...]