Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Puisi’ Kategori

Muleh

Ramadhan selalu menjadi moment kerinduan yang begitu klasik
Seperti rindu  untuk pulang setelah sekian lama pergi
Seperti rindu untuk beristirahat setelah begitu lelah beraktivitas
Atau seperti rindu bermain layang-layang di hamparan sawah menghijau
Ramadhan selalu terdefinisi sebagai suatu kesejukan
Seperti suatu sore di hutan cemara, angin semilir meniup daun jarumnya
Menimbulkan desau yang mengipas hati
Atau seperti mengejar kupu-kupu di hamparan kembang [...]

Untuk mentranslate bahasa

Di pelukan Dingin

Di pelukan dingin. Diselimuti kabut. Didera gerimis. Ditusuk angin. Dalam kelelahan. Dipijit rasa nyeri.
Di tengah semua ini ya Allah….
Apa yang hamba cari…
Barangkali Engkau
Sebab di sunyi ini hamba ingin meratap
Meminta pengampunan hati yang sering berhianat
Barangkali matahari
Yang Kau pinta datang melipat malam
Merekah bunga disulut nyalanya
Mungkin segala asa yang beku menggenang beriak-riak disapa hangatnya
Barangkali pagi
Yang kau pinta menguntai [...]

Untuk mentranslate bahasa

GAZA

Duhai, lihatlah
Kabar baik itu telah datang dari langit dunia
Meski awan disana masih memuram
Meski tanah disana masih membasah darah
Meski debu disana masih memerah saga
Duhai, lihatlah
Kabar baik itu telah datang dari langit dunia
Benarlah. Nyatalah. Tak ada peluh yang menguap sia-sia
Tak ada darah yang mengalir mubazir
Tak ada do’a yang terbang gentayangan
Setiap titik di ruang dan waktu takan pernah [...]

Untuk mentranslate bahasa

Sepotong cerita yang membuatmu sedih

Duhai, jika kau lagi bersedih, merasa kehidupan tak lagi berbaik hati, baiknya kau tau bahwa kisahmu hari ini baru sepotong yang kau terima, belum lengkap, belum sampai pada ujungnya. Beruntung kelak kau menerima utuhnya.
Duhai, jika kau lagi bersedih, merasa kehidupan tak lagi adil, apakah kau anggap tuhan semesta alam buatkan kisah buruk buatmu, apakah kau [...]

Untuk mentranslate bahasa

Puisi tengah malam

Bro.….
Bahkan kini telah sepi hatiku, meski kau masih disini
Kau tahu….
Mungkin hatiku telah kemasa depan
Tak melihatmu dalam lembaran-lembaran harinya
Ia kesepian…
Kedinginan

Bro…
Tak bisakah kita duduk disini
Hingga malam melewati kita
Tak usahlah ada kata-kata
Biarkan hati yang membahasnya
Sesi pertama : dosa
Sesi kedua : mimpi
Sesi ketiga : rindu

Bro…
Tanks for every moment that have been throught

Jatinangor, 9 November 2008

Untuk mentranslate bahasa

Jam 3 pagi

Ya robbi
Hamba yang sering hilang kemudi
Kadang tersesat dalam rimba jahat dunia
Tak tau sedang melangkah kemana
Meminta arah
Akankah Kau kabulkan ya Allah…
Hiks……

Ya ’alim
Hamba yang payah
Tak kuat menahan bujukan maksiat
Memohon kembali pada rambuMu
Mesti dengan satu syarat
”hamba tak kuat dengan tilangMu”
Akankah Kau kabulkan ya Allah…
Hiks…

Ya ghofar
Hamba yang tak tau diri
Tak pernah lupa ingkar janji
Hiks…

Ya kholik
Hamba [...]

Untuk mentranslate bahasa

Mana?

Manakah kini kau yang tak bersarang
Ingin bebas lepas tanpa batas
Manakah kini kau yang ingin mendaki
Puncak-puncak tertinggi
Manakah kini kau yang bersuara lantang
Tentang mimpi-mimpi yang ingin kau buktikan

Lalu kemana kau ingin pergi semua
Ah…. ternyata…
Begitu kecil tak berdaya

Tergolek tak berdaya karena abses skrotal
Cibiru, 16 Februari 2008

Untuk mentranslate bahasa

Sepi

 
Sepi itu adalah hati yang hilang kepingannya
Dibawa pemiliknya
Maka kosonglah ia
 
Rindu itu adalah sepi yang menginginkan riuhnya
Menyatu dalam jejak-jejaknya
 
13 Juni 2008

Untuk mentranslate bahasa

MAULID NABI 1429 H seri-2

 
Eureka!!
Aha! Aku temukan keindahan itu
Seperti yang dirasakan Aminah binti Abdul mutholib
Saat ruh itu ditiupkan pada nutfah yang berlindung di dalam rahimnya.

Untuk mentranslate bahasa

MAULID NABI 1429 H seri-1

 
Apa yang mesti aku tulis tentangnya
Sedangkan ribuan kata yang terpilih dari nucleus keindahan telah lama bersuka cita membuatkan puisi untuknya
Maka aku bingung
Dan kubiarkan saja kertas putih ini tetap putih

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »