Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2008

 

nicole.jpgWeb site di samping tentu saja bukan situs porno, bukan pula situsnya artis, atau situs tentang fashion. kalau anda cermati situs disamping adalah blog seorang gadis kecil, anak SMP di Amrik sono. bagi Nicole sang empunya blog, blog seperti halnya hp bagi seorang penjaga counter teh sisri yang mangkal didekat gerbang Unpad. Jika lagi sepi pembeli dia bisa telpon, main game, sms cs-an, dll, begitu berharganya hp bagi penjaga counter teh sisri tersebut. Nicole juga begitu, sepulang sekolah ia akan ngendon di depan PCnya yang online setiap saat. kemudian say hello dengan beberapa temannya, main game online, atau mendiskusikan sesuatu. Nicole juga tak lupa menulis apa yang ingin ia tulis. curhat, meng-up load fotonya, atau cuma sekedar surfing.

            Lain lagi dengan Raditya dika,blog baginya adalah berkah tiada terkira. bagaimana tidak, saat blognya dibukukan, tanpa disangka best seller, padahal isinya cuma cerita-cerita harian konyolnya. anda pasti taukan www.kambingjantan.com. Memang begitulah kehidupan. Jika anda bertanya pada forest gump tentang kehidupan, ia pasti akan bilang bahwa kehidupan  itu seperti sekotak coklat, kita tidak tau apa yang akan kau dapatkan.

            Setiap orang mungkin punya kepentingan masing-masing dengan blog yang ia punyai, demikian juga aku. bagiku blog adalah rumah tempat aku mengekspresikan diri. termasuk salah satunya adalah melatih ketrampilan mengungkapkan perasaan dengan bahasa tulisan. menumpahkan resah, protes, menyambung ilmu, atau bahkan menulis surat kepada seseorang yang aku kenal maupun tidak.

            Yang ingin aku garis bawahi disini bukanlah macam-macam kepentingan orang kenapa membuat blog, tetapi keterlambatanku menyadari bahwa mengekspresikan jiwa adalah keharusan, karena jiwa adalah air yang bergolak, energinya akan berlipat-lipat jika ada instrumen yang mampu mengkonversikannya. trus apa kaitan blog dengan ekspresi jiwa?. nah kawan, jiwa kita memiliki titisan bakat alam yang misterius. bakat itu akan meledak saat formula yang kita buat menemukan takdirnya, formula itu terdiri dari impian, ikhtiar dan do’a. dan bakat alam tersembunyi dalam takdir yang menaunginya. misalnya kolonel sanders. ia takan menemukan bakatnya menjadi seorang pembuat resep ayam goreng yang fenomenal andai saja ia tak pernah mencoba dan lebih memilih diam menikmati masa pensiunnya. bisa saja kolonel sanders punya impian menjadi seorang koki waktu muda, tapi baru bisa ia turuti impiannya itu setelah ia tua. atau nashem hamed petinju dari inggris yang terkenal dengan gaya tinjunya yang mendobrak teknik bertinju pada umumnya, ia mungkin menjadi penjaga toko minyak wangi andai ayahnya tidak memasukan dia ke sasana tinju dan lebih memilih mengurung anaknya di dalam rumah karena was-was dengan tubuh nashem kecil  yang lemah. terkadang titisan bakat alam seseorang itu akan ditemukan orang lain. tentu saja orang akan menemukan bakatnya itu saat ia berekspresi. pertanyaanya sekarang adalah dari ekspresi yang mana ledakan bakat itu terjadi?, dan dari orang yang mana titisan bakat berkilauan itu bisa ditemukan?, padahal milyaran juta orang penghuni bumi Allah ini. Sampai di sini aku menyadari nicole sudah mengekspresikan dirinya sedari ia belum tau filosofi berekspresi. Semua itu tentu saja karena lingkungan yang mengkondisikannya.

Read Full Post »

MAULID NABI 1429 H seri-2

 

Eureka!!

Aha! Aku temukan keindahan itu

Seperti yang dirasakan Aminah binti Abdul mutholib

Saat ruh itu ditiupkan pada nutfah yang berlindung di dalam rahimnya.

Read Full Post »

MAULID NABI 1429 H seri-1

 

Apa yang mesti aku tulis tentangnya

Sedangkan ribuan kata yang terpilih dari nucleus keindahan telah lama bersuka cita membuatkan puisi untuknya

Maka aku bingung

Dan kubiarkan saja kertas putih ini tetap putih

Read Full Post »

Azam

 

Keinginan yang kuat untuk mencapai cita-cita akan mampu menimbulkan prestasi-prestasi lain sebelum cita-cita sesungguhnya tercapai, keinginan itu juga memunculkan kemampuan-kemampuan besar yang tersembunyi dan keajaiban-keajaiban diluar perkiraan.

Mutiara-mutiara kata diatas ku kutip dari novel fenomenal tetralogi laskar pelangi, karya seseorang yang tiba-tiba mengeluarkan jurus kamekameha, hingga ratusan ribu orang terpana dibuatnya, sampai tulisan ini dibuat kabarnya lebih dari 300 ribu eksemplar novel itu di beli orang. Dan karena membaca novel tersebut sampai pada kata-kata di atas aku jadi lebih mengerti satu kalimat yang dibisikan Allah kepada orang-orang beriman hingga tersusup dalam hati sanubarinya “faidza azamta fatawakal alallah” dan setelah kamu berkeinginan kuat maka serahkan kembali kepada Allah begitu mungkin artinya.

Kalimat Allah di atas sebenarnya sering ku dengar saat menghabiskan waktu sehabis sholat subuh sambil berpegangan tangan dengan mouse berjalan-jalan di dunia binary yang pada dasarnya Cuma jutaan angka nol dan satu itu. Pak anis mattalah yang yang berjasa membacakannya untukku, tapi dengan kontek yang berbeda Andrea Hirata seakan memperlihatkan sebuah ruangan sempit yang di dua sisi bersebelahannya dilapisi cermin sehingga ruangan itu menjadi dua kali lebih besar, dan aku dibuatnya terpukau, “alangkah bodohnya bisikan-bisikan yang sering datang bahwa membaca Qur’an itu hanyalah ritual yang tanpa makna, dan adanya perasaan bersalah ketika menelantarkannya hanyalah efek ritual tersebut, sama seperti kita melakukan ritualitas yang lain”.

Read Full Post »

“Barangsiapa mati sedang di lehernya tak ada bai’at (kepada Khalifah) maka dia mati jahiliyah.”

Khotib menyampaikan hadis tersebut dengan berapi-api, aku sendiri agak kaget mendengarnya, karena seperti baru saja aku mendengar tu hadis, kemudian timbul beberapa pertanyaan dalam hati, “benarkah hadis tersebut?”, “sahihkah tu hadis?”, “ah tu kan agitasi doang” pernyataan ini juga muncul, maklum karena aku sudah tahu bahwa khotib adalah kader Hizbut Tahrir, jadi kalau dia menyampaikan hadis tersebut, aku masih sanksi apakah dia menyampaikan seperti yang ingin disampaikan Rosulullah, atau dia mengambil hadis tersebut untuk menguatkan keinginannya, tembok resistensi dalam hatiku masih terlalu kuat untuk ditembus kata-katanya. Namun ada juga kesadaran bahwa aku harus open mind, and finally ku anggap saja bahwa saat ini Allah sedang mengajari aku tentang hadis tersebut, tentu saja PR bagiku untuk mencari jawabannya.   (Jum’at, 29 Februari 2008) 

Kurang lebih seminggu setelah itu aku searching di internet, ku buka google, lalu ku ketik key word “bai’at mati jahiliyah”. Seabrek situs yang memuat kata-kata yang baru saja kuketik muncul, ku buka beberapa. Ada situs yang anti terhadap HT, ada juga situs milik kader HT, tapi kebanyakan forum diskusi. Setelah kubaca sekilas kusimpan beberapa, dan kulanjutkan baca saat offline.Setelah mencerna semuanya, ada jawaban yang hatiku mantab denganya, aku memilih jawaban tersebut, karena pertama melihat kafa’ah/kemampuan/ keilmuan yang menjawab. Kedua dari jawaban yang ia sampaikan kurasa tidak membawa misi-misi tertentu, juga tidak menguatkan satu golongan dan menjelekan golongan lain. Dan ketiga ia merujuk pada ulama-ulama yang semua orang mengakui track record dan keikhlasannya.Inilah awaban yang kumaksud :

Assalamu’alaikum Beberapa waktu lalu konsep keimaman atau keamiran banyak ditentang, jika ada sebuah manhaj memiliki imam atau amir, maka dicap sesat dan dimusuhi. Tapi kini banyak yang secara terang-terangan muncul dan mencari format keimaman ataukeamiran.

Sampai-sampai saat ini juga muncul kasus di mana tokoh-tokoh (ustad/ah) dari suatu manhaj diperebutkan dengan berbagai cara termasuk dengan memberikan uang hingga puluhan juta dan iming-iming lain seperti kendaraan, HP dan kesejahteraan lainnya.

1. mohon diberikan penjelasan mengenai hal tersebut, apakah hukum bagi golongan/ manhaj yang melakukan praktek seperti itu.

2. manhaj/ golongan/ ormas Islam apa saja yang dapat ustadz rekomendasikan agar saya dapat berimam dan berbai’at? Mengingat hadits bahwa orang yang mati tanpa berimam dan berbaiat maka matinya jahiliyah.

Terimakasih, syukron katsiiro.

Arno Dan Keluarga

Jawaban
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pertanyaan yang pertama tidak kami jawab, karena kami tidak mengerti maksud pertanyaannya. Kami hanya akan menjawab pertanyaan kedua.

Belum Bai’at Tidak Bisa Masuk Surga?

Anda tidak usah pusing dan bingung bila belum pernah berbai’at kepada salah satu dari berbagai kelompok itu. Toh hadits itu tidak benar kalau diartikan dengan cara seperti itu.Sebab syarat masuk surga bukanlah dengan berbai’at kepada kelompok-kelompok itu. Bahkan hakiatnya justru dengan ikut ke dalam kelompok itu, sama saja dengan bertaqlid dan mengurangi kemandirian anda dalam berijtihad.

Repotnya kalau ternyata juga muncul kebijakan-kebijakan yang dirasa kurang sesuai dengan hati nurani dari pimpinan tertinggi. Jangan sampai yang terjadi adalah perasaan dicecoki dengan beragam doktrin yang dipaksakan. Lalu kalau doktrin itu tidak anda setujui, anda akan dikatakan melawan keputusan jamaah. Hal itu karena Anda dianggap sudah berbai’at, jadi harus tunduk patuh total tanpa reserve.Bayangkan di zaman Nabi SAW, adakah ketentuan dari beliau bahwa semua shahabat nabi diwajibkan berbai’at? Bai’at di zaman Nabi yang kita kenal adalah Bai’at Aqabah Pertamadan Kedua. Yang ikut bai’at hanya sebagian kecil dari penduduk Madinah, bahkan hanya kepala suku dari Aus dan Khazraj. Sedangkan para shahabat nabi yang lain, seperti penduduk Makkah, mereka tidak ikut berbai’at.

Lantas apakah kita akan mengatakan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali adalah penghuni neraka, hanya karena mereka tidak ikut dalam bai’at itu?

Bai’at yang kedua terjadi pada saat Ustman diutus masuk ke kota Makkah dan terancam akan dibunuh, saat 1.500 shahabat bersama Nabi SAWberniat mau melaksanakan haji ke Makkah. Saat itulah beliau meminta para jamaah haji yang ikut saat itu untuk berbai’at kepada diri beliau di bawah sebuah pohon di Hudaibiyah.

Apakah selain 1.500 orang yang ikut haji itu boleh dikatakan sebagai kafir, hanya karena mereka tidak berbai’at kepada nabi saat itu?

Lalu bagaimana logikanya kalau sekarang ini kita berani mengatakan bahwa orang yang tidak berbai’at berarti bukan muslim, lalu kafir dan masuk neraka? Siapa yang menafsirkan hadits dengan cara keliru seperti itu?

Adakah dalam pelajaran aqidah bahwa para penghuni neraka adalah orang yang tidak berbai’at? Dan apakah orang yang tidak bai’at kepada suatu kelompok tertentu lalu boleh dianggap kafir dan tidak masuk surga?

Hadits tentang Bai’at

Memang benar lafadz hadits yang anda sampaikan itu, bahkan dari sisi jalur periwayatan, hadits itu tergolong shahih. Tapi yang jadi masalahnya adalah bagaimana kita memahami hadits itu?

Dari Abdullah bin Umar meriwayatkan, “Aku mendengar Rasulullah mengatakan, ‘Barangsiapa melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah, niscaya dia akan menemui Allah di Hari Kiamat dengan tanpa alasan. Dan barang siapa mati sedangkan di lehernya tak ada bai’ah, maka dia mati dalam keadaan mati jahiliyah.” (HR Muslim)

Mari kita kita buka kitab Ikmaalul Mu’allim bi Fawaaidi Muslim, salah satu kitab yang dijadikan rujukan para ulama dalam memahami hadits-hadits yang ada di dalam kitab Shahih Muslim. Kita ambil jilid 6 dan bukalah pada halaman 258. Di sana bisa kita dapat pendapat Al-Imam Al-Qadhy ‘Iyadh menjelaskan apa yang dimaksud dengan sabda Rasulullah SAW:

“Barang siapa yang keluar dari ketaatan imam dan meninggalkan jama’ah maka ia mati dengan miittan jahiliyyatan.”

Beliau mengatakan bahwa cara membacanya adalah dengan mengkasrah huruf mim pada kata “miitatan”. Dengan demikian artinya menjadi seperti orang yang mati di zaman Jahiliyyah. Hal itu karena mereka ada dalam kesesatan dan tidak melaksanakan ketaatan kepada seorang imam pun”.Apa yang dikatakan oleh Al-Qadhi ‘Iyadh ini juga dikuatkan oleh pakar hadits sepanjang masa, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani. Dalam kitabnya yang teramat fenomenal, Fathul Baari yang juga menjadi trend kitab yang khusus dijadikan rujukan untuk hadits-hadits dalam shahih Bukhari, beliau memberikan komentar yang amat menarik tentang pengertian yang anda tanyakan.

Karena jumlah jilidnya banyak sekali, ambil saja jilid 7 dan buka lembar demi lembar hingga sampai ke halaman 13. Di sana beliau menuliskan bahwa yang benar dengan lafadz itu adalah dengan kasrah pada huruf mim. Jadi membacanya bukan maitatan jahiliyatan, melainkan miitatan jahiliyahatan.

Dari segi arti, keduanya jauh berbeda. Kalau disebut dengan maitatan jahiliyatan, memang artinya adalah mati dalam keadaan jahiliyah. Tetapi yang benar membacanya adalah miitatan jahiliyatan, yang artinya adalah keadaan matinya seperti kematian di zaman Jahiliyyah.Maksudnya, dalam keadaan tidak ada imam yang ditaati karena mereka tidak mengetahui hal itu. Dan yang dimaksud itu bukan mati kafir tetapi mati dalam keadaan zaman jahiliyah.

Perlukah Ikut dalam Salah Satu Dari Berbagai Kelompok itu?

Kalau tidak wajib bai’at, pertanyaannya bolehkah kita ikut ke dalam salah satu dari berbagai kelompok itu?
Jawabnya boleh boleh saja, tidak ada yang larang. Asalkan kelompok itu memang berada di dalam garis kebenaran, tidak melenceng dari ketentuan Rasulullah SAW.
Tapi bagaimana kita tahu bahwa suatu kelompok sudah melenceng dari garis Rasulullah SAW?
Jawabnya sederhana, kita ini harus belajar agama dengan benar. Belajar agama bukan kepada kelompok-kelompok itu, tapi belajarlah kepada ulama ahlinya, dari mana pun asalnya.

Kalau belajar fiqih, belajarlah kepada ulama ahli fiqih, di mana latar belakang pendidikannya memang di bidang fiqih. Mau belajar hadits? Ya belajarlah kepada ulama ahli hadits. Belajar Al-Quran ya kepada ulama ahli Al-Quran. Dan begitu seterusnya.

Terkadang di dalam kelompok-kelompok itu ada juga ulama fiqih, ahli ilmu Al-Quran dan ahli hadits, maka belajarlah kepada orang-orang itu, bukan kepada kelompoknya. Jangan pandang kelompoknya, tapi pandang ilmunya.

Mungkin juga banyak ulama yang tidak terikat dengan salah satu dari sekian banyak kelompok, dan itu tidak mengapa. Sebab boleh jadi ilmunya jauh lebih bermanfaat ketimbang aktif jadi pengurus dari kelompok dan akhirnya tugas suci utamanya malah tersia-sia.

Mana Yang Direkomendasikan?

Sebenarnya kami tidak dalam kapasitas untuk memberi rekomendasi untuk pilih-pilih jamaah. Emangnya kami ustadz apaan?

Tapi sekedar guide, setidaknya ketika anda merasa tentram dengan salah satu dari kelompok itu, jangan sampai anda merasa diri paling benar sambil menuding-huding kelompok lain sebagai kelompok sesat, bid’ah dan kafir.

Itu saja pesan kami. Dan yang penting belajar syariah Islam lebih dalam, kalau perlu tuh Al-Quran dihafal di luar kepala, sekaligus dengan tafsirnya. Itu sebenanya jauh lebih baik dari pada hiruk pikuk dengan dunia persaingan antara jamaah.

Atau anda konsentrasi belajar bahasa arab sampai bisa. Garis bawahi bagian yang ‘sampai bisa’ itu. Sebab kebanyakan orang belajar bahasa arab hanya sampai level ‘belum bisa’. Jangan diikuti yang begitu. Karena cuma buang waktu

Wallahu ‘alam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Read Full Post »

s5032885.jpgs5032890.jpg

Read Full Post »

img_0244.jpgimg_0219.jpg

Read Full Post »

Older Posts »