Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2008

Dicari Lelaki Setia

Besok libur ya?”,

Ya,bebas lagi deh”,

Mau belajar ah besok”

emang kemaren ngapain?”

Tidur”

Mau tidak mau dialog di atas harus aku simak, tentu saja aku tidak sedang meonton TV, tidak juga melihat teater, apalagi menyimak pelajaran bahasa Indonesia, kalau mau tau aku sedang naik angkot menuju kampus. Di tengah perjalanan ada dua orang yang dari obrolan mereka dapat aku simpulkan bahwa mereka baru saja melaksanakan UAN dan mau mengikuti tes SMPTN. Kemungkinan mereka baru saja megikuti bimbel da sedang menuju rumah. sepanjang perjalanan mereka terus megobrol kemana-mana, ya aku dengarkan saja, habisnya mau ngapain lagi selain menyimak mereka. Rupanya penyimakanku tidak sia-sia, aku medapatkan info penting dari mereka, ingin tau… berikut petikannya:

Salah seorang dari mereka mengawali dengan sebuah cerita, Ada 2 orang kekasih saling mencintai. Sicewek kemudian sakit dan koma selama berhari-hari. Si cowok bilang bahwa dia akan menemani sicewek sampai dia sembuh, ia terus merawat si cewek sampai sembuh. saat sembuh eh malah si cowok yang kemudian sakit dan mati. oh so sad katanya.

beruntung sekali ya dia (perempuan)”

ia setia banget, cowoknya”

kayaknya susah baget ya dapat seseorang yang kayak gitu?”

1000:1 kalau mau dibadingin,kayaknya”

he eh”

emang iya gitu?, susah mendapatkan seorang lelaki yang setia”, kataku dalam hati, iya gitu, kalaupun susah sampai 1000:1. Btw aku jadi inget seorang teman. Suatu ketika kami pernah saling curhat sampai ke masalah jodoh. Berikut petikan curhatnya:

Kamu pernah pacaran” kataku

belum pernah” jawabnya

emang kenapa?”

dulu waktu SMA aku sangat pemalu dan minder, kalau sekarang karena aku setia ”

setia gimana maksudmu?” tanyaku mengorek lebih jauh

kamu percaya jodoh?” jawabnya sambil menghadapku, seakan-akan ia akan bicara hal yang sangat serius.

ya iyalah, masa ya iya dong, kamu pasti mau ngegombal seperti sungai nil dan Mesir* kan ”

aku serius”

trus?” aku menjawab sambil tersenyum kecil seakan-akan sudah menduga kalau dia akan membual

kalau masih belum percaya ya sudahlah!”

yah ngambek, oke kumaha-kumaha?” aku lebih merapat ketubuhnya

Istri kita sudah tercatat di lauhil mahfudzkan?” ia bertanya retoris

yup” kataku

karena aku belum tau siapa kelak istriku, dan untuk saat ini aku belum siap untuk menikah, makanya aku tidak mau pacaran, karena aku setia kepadanya”

bisa saja kalau kau pacaran sekarang, dan pacarmu itu menjadi istrimu kelak?”

bisa saja memang, tapi bisa juga tidakkan?” dia bertanya retoris lagi

ya iyalah, trus kalau kamu fall in love pada seseorang, padahal belum siap nikah dan kayaknya masih banyak yang ingin kau kejar gimana?” jawabku sambil coba mencecarnya

kalau aku suka sama seseorang aku akan menjaga cinta tersebut dan takkan menghabiskan cinta yang lain dalam hatiku”

you mean?”

I mean that, aku takkan menyatakan cintaku seberapapun ingin,karena dia masih fivety-fivety, dengan begitu aku yakin masih ada sisa cinta dalam hatiku, bukan sisa maksudku tapi cinta yang lain, kelak jika orang yang aku cintai itu benar jodohku maka aku bersyukur, plus cintaku akan penuh kepadanya, jika ia bukan jodohku aku masih punya cinta yang lain, maka coba akan aku temukan pasangannya”

masuk akal, masuk akal” aku manggut-manggut

dia menatap kelangit sambil menghirup nafas begitu dalam, kebetulan perbincangan kami di alam terbuka dengan pemandangan yang lumayan memikat, kemudian ia berkata lagi

sejauh apapun kita pergi kita akan selalu menemukan tuhan, selalu ada campur tangannya, karena dia benar-benar ada, maka disitulah takdir bicara, dan serapat apapun kita menutup diri, cinta akan selalu menemukan celahnya untuk masuk, maka pengetahuanlah yang kemudian akan menentukan sikap dan pilihan kita.”

dia berhenti sebentar dan menoleh kearahku, kemudian memandang kelangit lagi dan melanjutkan

banyak orang yang gila karena cinta, banyak juga yang bunuh diri gara-gara cinta, ada juga yang sudah begitu banyak berkorban demi cinta, tapi tak kunjung mendapatkannya, dan yang paling sering terjadi adalah kekecewaan.”

I know, I know” kataku untuk membuatnya masih merasa didengarkan

jika kita tahu maksud tuhan dan mengerti karakteristik serta tempat cinta itu hidup, maka bukan hanya keindahan cinta itu yang bisa kita rasakan, tetapi kita juga akan kokoh berdiri di dunia ini karena cinta tersebut.”

so good man, tank a lot”

aku sedang tidak menceramahimu” ia menoleh kepadaku

tapi aku merasa tercerahkan” aku tersenyum kepadanya

ia membalas senyumku, dan anginpun membawa terbang senyum kami, senyum orang-orang jomblo

* Dialog Fahri dan Maria dalam film Ayat-ayat cinta

Rumah kaca, 4 Juni 2008

Iklan

Read Full Post »

FPI vs Pendukung Ahmadiyah

( Studi kasus penjotosan FPI di Monas )

Oleh : Upupa

Sore ini hampir semua station TV menempatkan berita tentang pemukulan FPI terhadap aliansi kebebasan beragama dan berkeyakinan di pemberitaan utamanya. Pemberitaan merekapun beragam, ada yang netral tapi lebih banyak yang memihak. Tentu saja yang dipihak adalah yang “tertindas” atau yang dipukuli.

Menyoal tentang kejadian diatas sebagai bagian dari bangsa Indonesia pada umumnya dan dari umat islam pada khususnya tentu saja aku punya respon. Meskipun responku tersebut tidak sesignifikan respon Gusdur yang mengatakan agar segera menangkap pimpinan FPI. Barangkali juga hanya aku sendiri yang membaca tulisan representasi reponku terhadap kejadian di atas, tapi setidaknya aku punya respon pertanda aku masih hidup, masih berfikir, dan masih menyeimbangkan mental oportunis dalam jiwaku.

Secara jujur dari dalam hatiku aku merasa senang dan puas saat melihat orang-orang yang membela ahmadiyah tersebut dipukuli, dan andai tidak ada akibat dari sebuah perbuatan akupun akan ikut bahkan rela mati, karena bagiku hal ini sudah sampai pada perbuatan pengobok-obokan terhadap islam. Kalau anda punya keluarga tentu saja anda tidak akan maukan jika keluarga anda diobok-obok oleh orang lain. Ya itung-itung masih muda, sedikit emosional tidak apa-apalah. Tapi berhubung aku hidup di alam demokrasi mau tidak mau juga mesti berfikir politis. Aku mesti tau aturan main biar bisa menang, biar tidak didiskualifikasi di awal.

Meskipun aku cuma bisa menyalahkan. Pemerintah ya memang pantas untuk disalahkan masalahnya mereka sengaja mengulur-ulur keputusan untuk kepentingan golongan, atau mereka memang terlalu lemot kayak bekicot. Ya kalau mau lebih khusus menyalahkan presiden dan wakilnyalah yang sama-sama tidak responsive. Pantes saja banyak “virus” baca masalah belum “tercure” baca terobati. Virus-virus yang lain berdatangan dan menginveksi semakin banyak system. Akibatnya tidak hanya system yang terinfeksi system yang lainpun ikut terkena dampaknya.

Kalau dipikir-pikir apa sih sebenarnya yang membuat pemerintah lamban dan tidak tegas dalam memutuskan. Kalau pemerintah tidak lagi cemen baca penakut terhadap tekanan asing seharusnya sudah dari dulu tu persoalan selesai. Bagaimana tidak, apa yang menyebabkan ahmadiyah tetap dibela padahal sudah terbukti mereka itu sesat dan menyesatkan. Aku sangat yakin kelompok yang setuju ahmadiyah terus mengobok-obok Islam hanya Gusdur cs dan JIL saja, yang lain sangat tidak setuju. Andai pemerintah meningkatkan kecerdasannya mereka tentu saja akan segera memutuskan bahwa Ahmadiyah dilarang dan kemudian memberikan rekomendasi agar Ahmadiyah segera medirikan system kepercayaan baru. Masalah sudah selesai to!

Untuk memutuskan sesuatu itukan kaidahnya mana yang lebih banyak manfaatnya dan lebih kecil mudhorotnya plus tidak meninggalkan prinsip kebenaran dan keadilan dengan proporsional. Andai Ahmadiyah dilegalkan sebagai bagian dari umat Islam maka ini jelas-jelas meninggalkan prinsip kebenaran dan keadilan karena ditinjau dari segi manapun Ahmadiyah jelas-jelas mengobok-obok Islam. Dan tentu saja pemerintahan SBY-JK akan segera tamat riwayatnya karena bukan hanya segolongan Umat Islam fanatik tegangan tinggi saja yang akan menyerbu, tetapi hampir seluruh elemen umat Islam akan menyerbu. Sebut saja FPI, MMI, Hizbut Tahrir, PKS, sebagian NU, sebagian Muhamadiyah, Persis, dan ratusan ormas Islam lain yang tersebar diseluruh pelosok nusantara. Seharusnya juga Ahmadiyah tau diri bukan malah nyolot baca di kasi hati minta rempela. Sudah untung mereka dibiarkan tumbuh, eee.. keenakan.

Yang terakhir bagi orang islam yang ingin tulus menjalankan agama secara apa adanya menurut yang diturunkan Allah. Masa-masa sekarang adalah masa yang tidak bisa dipandang secara hitam putih, pun tidak bisa dijalankan secara hitam putih juga, mesti ada suply kedewasaan tambahan dan mental politisi sejati, tentu saja agar tidak mati sangit tanpa membuatkan sedikitpun perubahan. Wallahu’alam bishawab

Cibiru,1 Juni 2008

Read Full Post »

Ayah

Pagi ini aku dibuat terharu oleh seseorang, andai saja aku seorang wanita aku pasti begitu kagum dengan orang tersebut, tapi karena aku seorang laki-laki ya cukuplah terharu saja. Ceritanya aku lagi nginep dirumah kakak, pada waktu itu beliau sedang pergi ke bekasi untuk sebuah urusan bisnis. Sekitar jam 9 malam beliau telphon, dan kebetulan aku sedang didekat telepon jadi kuangkat saja, hal yang pertama ditanyakan adalah keponakan-keponakanku atau anak-anaknya, kemudian dia bilang kalau baru jam 12 malam ia nyampe rumah. Benar saja jam 12 malam dia nyampe. Saat nyampe bukannya istirahat tapi malah menuju komputer dan menyalaknnya. Saat pagi-pagi bangun tidur kulihat kakakku meringkuk di depan komputer, wajahnya tampak begitu lelah. Ternyata perjuangannya belum selesai sampai disitu, pagi-pagi sekali ia sudah berangkat lagi.
Peristiwa itu tentu saja menyentakku. Aku seperti baru tersadar oleh sosok seorang ayah dengan pengorbanannya. Sempat terfikir tentang ayahku, tapi yang lebih menyentak adalah begitulah gambaran seorang ayah yang kelak atas ijin Allah juga aku sandang  Pak anis matta pada kolom ayahny a dimajalah ummi menulis bahwa setelah kata iman, tak ada lagi kata dalam kamus kehidupan-selain ayah-yang mampu mengajari anda tentang makna pertanggungjawaban yang paling hakiki. Sebuah tantangan yang tentu saja tidak bisa diremehkan
Kebeneran juga kakak iparku  lagi hamil jadi aku tau seberapa besar kontribusi seorang ayah saat sang ibu menggendong anaknya kemanapun ia pergi. Memang bukan membantu menggendong anaknya sih tetapi ayah kemudian menggendong sang ibu. Saat hamil banyak sekali suasana kejiwaan yang tak wajar bagi sang ibu. Pengen tidur terus, minta sesuatu yang sulit ditemukan, males ngapa-ngapain dan lain sebagainya. Akhirnya yang kenakan sang ayah juga, ayah memasak, karena ibu mual mencium nasi, ayah mencuci karena ibu pusing melihat air, ayah telat makannya kehabisan nasi karena tiba-tiba saja ibu jadi rakus, dan tentu saja suasana dalam rumah tangga yang lebih komplek lagi. Jadi kayaknya menjadi seorang ayah selain menjadi kerinduan bagi setiap suami juga menjadi ruang tempat kedewasaan bertumbuh kembang.

Rumah kaca, 27 Mei 2008

Read Full Post »