Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli 24th, 2008

Mau s2 dimana?

 Pagi ini tak begitu dingin

Siang juga tak begitu panas

(Ya iya lah, orang didalam rumah mulu)

Tapi tiba-tiba ada seorang teman datang

Duduk sebentar, kemudian nanya

“Antum mau S2 dimana?”

Oh my God, kenapa dia tidak seperti teman-teman lain, atau diriku yang bertanya, “kapan lulus?”, “IPK berapa sekarang?”, “udah penelitian belum?”,”kok belum nikah juga sih?”,”pekerjaanmu apa?”,” dan pertanyaan-pertanyaan sensitif lain yang kadang kalau moodnya hati lagi jelek bisa menyayat-nyayat, padahal menurut si penanya pertanyaan itu biasa aja.

Duhai engkau mulut

Maafkan aku

Memakaimu untuk menyakiti orang

Memakaimu untuk mengecilkan orang

Memakaimu untuk menyudutkan orang

Memakaimu untuk menyombongkan diri

Ya Rabb, yang akan meminta pertanggungjawaban kelak

Ingatkan hamba jika lupa

Memakai mulutMu ini

Minimal : tak membuat sakit hati yang mendengarnya

Jadikanlah amanah mulut ini mampu menebar biji kebaikan pada hati pendengarnya

 

Rumah kaca, 23 Juni 2008

 

Iklan

Read Full Post »

Bidadari-bidadari Syurga

saya ga kenal ni orang, menatap mukanya belum, apalagi bertegur sapa. Tapi anda tahu, saya pengagum rahasianya (sekarang dah ga rahasia lagi karena kalian dah pada tahu). Dulu saya membayangkan dia seorang akhwat kelahiran aceh, dan nampaknya dia begitu keibuan (bukan berarti saya pengagum akhwat keibuan lho!). Jago mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang begitu sederhana, apik, bijak, mengharukan, dan tak membuat orang bosan maupun merasa digurui. Dan yang paling kurang ajar adalah saya membayangkan dia berwajah ma-can (manis cantik) plus ditopang biru matanya (wow!).

he.. he.. ternyata kawan…., dia seorang cowok (gubrak), celakanya dia juga bukan tipe cowok-cowok yang ga sensitif (yang ini kata-katanya sendiri)

anda pernah mendengar namanya?, tidak?. mungkin anda juga senasib dengan saya terkait orang ini. baiklah, akan aku jelaskan. Dia seorang cowok 100 %, pernah menamatkan SMA di Bandar Lampung, kemudian kuliah di UI, sekarang dia kerja di Bandung. Kalau saya kasih tau alamatnya ntar kalian kayaknya akan coba-coba datang buat minta tanda tangan, jadi ga usahlah. Terus terang aku jadi pengagum ni orang karena ia sering membuatku nangis dan beringus, karena sebuah nilai yang universal, kalian mungkin juga begitu kalau dah kenalan ma tulisan-tulisannya.

5 hari yang lalu, disela-sela hidup dengan keuangan yang seret, entah pikiran apa yang menguasaiku. aku memutuskan untuk beli sebuah buku. Padahal ni buku baru terbit, denger testimoni dari kenalan juga belum, ga ada hubungannya sama buku-buku kuliah maupun dakwah. Dan celakanya harganya juga mahal. Kondisinya sama persis saat aku mau beli buku laskar pelangi, aku hanya punya feel kalau aku harus punya buku tersebut.

Anda pasti akan bertanya, bagus ga isinya? yang jelas karena isinya, aku nulis reviewnya disini. Padahal ini kali pertama aku nulis review sebuah buku. Saya ga harus bilang top banget bukunya kan?, apalagi mengatakan subhanallah, luarbiasa, Allahuakbar!. Cuma ada satu hal yang ingin aku ungkapkan setelah membaca. Kelak selain punya perkebunan anggur aku juga ingin punya kebun strowbery. Menikmati senja ditengah-tengahnya, kemudian memetik salah diantaranya yang paling merah, ranum menggoda.

yang terakhir… jika anda ingin disangka patah hati (menahan isak, suaranya agak sendu, mata memerah dan ingusan), segeralah beli bukunya. anda dengarkan saya bilang beli bukan pinjem (bukan aku pelit untuk meminjami, tapi kayaknya kalian akan segera bilang kalau ingin minjem ke saya). selamat menikmati kesederhanaannya, kerja kerasnya, pengorbanannya. Jangan lupa judulnya “Bidadari-bidadari Syurga”, pengarangnya Tere-liye.

Rumah kaca, 25 Juni 2008, 5:22 PM

 

Read Full Post »

Kerja Keras

 

Dia duduk jongkok menempel pada pagar, berteduh sejenak dibawah pohon talok yang tumbuh rindang di halaman masjid. Siang itu memang terasa begitu panas menyengat. Ia terlihat begitu nikmat memakan bekalnya. Kulitnya legam dan mulai keriput. Disampingnya ada gerobak dorong berisi berbagai macam buah yang siap dijajakan. Aku lewat dan sekilas melihat wajahnya, ia membalas tatapanku dengan mata sayunya. kelihatannya ia agak kikuk karena pandanganku tersebut.

Tiba-tiba hatiku perih, entahlah karena apa.

Entah berapa kilo ia telah berjalan mengelilingi komplek-komplek. Setiap hari.

Aku jadi teringat kisah Rosullullah yang mencium tangan legam seorang tukang batu, bayangkan betapa prestisiusnya tangan tersebut dimata rosulullah, dan mungkin saja saat itu banyak sahabat yang dibuat “iri” karenanya.

Betapa memang rizki itu memiliki banyak koefisien untuk menemukannya, dan salah satu koefisiennya yang begitu dicintai rosulullah adalah kerja keras

29 Juni 2008

Read Full Post »

Sepi

 

Sepi itu adalah hati yang hilang kepingannya

Dibawa pemiliknya

Maka kosonglah ia

 

Rindu itu adalah sepi yang menginginkan riuhnya

Menyatu dalam jejak-jejaknya

 

13 Juni 2008

Read Full Post »