Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2011

Kita masih menikmati pagi indah ini kan adinda?
saat burung pipit bertandang, berceloteh riang
Saling mengabarkan tentang akan datangnya tamu kemuliaan
Lalu kita akan ikut berbincang tentang nikmat yang tak kurang-kurang datang

Aku sungguh sangat menginginkan senja itu datang
Tak perlu kita berjalan berdua bergandengankan?
Karena kau juga akan mengingatkan bahwa nafas telah menjadi tasbih
Tidur menjadi ibadah, amal-amal diterima dan do’a diijabah
Tentu saja kita sepakat, akan menghabiskan 1 bulan yg akan datang
Dengan banyak orang, banyak kebajikan.

apakah kita nanti masih akan diikutkan adinda?
Setahun lalu kita berserak-serak mengiba,
meminta dipertemukan lagi dengan senja nanti

lalu aku akan bertanya, apa yang akan kau lakukan jika dipertemukan?
Aku dulu saja adinda yang akan bilang
Sungguh nikmat ini tak kurang-kurang datang
Aku akan menelepon ibu, berterima kasih dan bilang mencintainya sepanjang waktu
Aku akan berbincang dengan ayah, penuh hormat dan bertanya apa yg paling diinginkan
Kemudian meminta maaf kepada kakak-kakakku atas tingkah polah yg merepotkan
Dan berpesan kepada keponakan-keponakanku tentang bakti sepanjang waktu
Lalu aku akan bersujud sepanjang senja itu
Sungguh nikmat ini tak kurang-kurang datang

Kita masih menikmati pagi yang indah inikan adinda?
Matahari pelan naik, sebentar lagi ia akan meraja di puncak sana
Jalan depan rumah semakin ramai. Saling menawar dan berbagi rizki
Aku ingin membeli jeruk untuk keponakan kecilku
Sudah kebayang, ia nanti akan lari menyambutku
Memperlihatkan tentang bonekanya, tentang sepatu barunya
Tentang lukanya saat terpeleset kemaren. Kemudian ia akan menangis teringat itu
Dan aku akan memeluknya mengupas jeruk untuknya
Oh…iya, ini tak bosan-bosan diperdengarkan sepanjang abad
Khutbah rosulullah menjelang ramadhan
Kau pasti ingin mendengarku membacakannya untukmu

 

Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan
Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah pesan Nabi tatkala memasuki Ramadhan.
Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.
Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.
Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.
Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.
Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.
Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.
Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.
Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.
Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”
“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”
“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka.
Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”
Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa.
Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya .
Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).
***
Khutbah Rosululloh diambil dari : http://www.Taushiyah-online.com dan http://www.Hidayatullah.com

Read Full Post »

Ibu, cukupkah waktu

Ibu, cukupkah waktu
Jika besok aku ingin mencium bau cinta itu di tanganmu
Meraba letihnya perjalanan di kasar telapak kakimu
Karena hati ini terlalu lemas untuk tegas
Untuk tau yang sebenarnya
Bahwa aku adalah alasan itu
Alasan sabar, telah menangguhkan tiap-tiap yang paling kau inginkan
Alasan tegar untuk tetap bertahan dalam setiap himpitan kesempitan
Alasan berani menggadaikan rasa malu demi hari-harimu yang terpoles senyumku
Kemudian…
Biarkan aku malu
Karena cintaku adalah debu di angkasa hatimu
Karena alasan untuk banyak langkahku yang bukan karena cintamu
Karena aku selalu lupa tulusmu dan kau selalu ingat bahagiaku

 

Ibu, cukupkah waktu
Jika aku ingin membalas dongeng-dongeng yang selalu mengantar lelapku waktu itu
Tembang-tembang yang setia meredakan gelisah tangisku kala itu
Dengan menemani tanganmu melempar, seperti tangan Siti Hajar melempar setan
Dengan menggendongmu menundukkan jabal rahmah
Dengan memijit kakimu di putihnya pasir senggigi
Dengan mengintip senja eiffel yang terkenal itu
Ah…ibu
Meski apapun itu tak cukup puas hatimu
Kecuali kupenuhi lirih katamu di setiap gulita itu
“jadikan dia anak soleh”

 

Maafkan ibu, untuk bakti yang tak sempurna
untuk tiap-tiap lupa atas langkah yg selalu kau jaga dengan do’a
Untuk jingga senja yang hilang namamu dalam pinta
untuk waktu yang sia-sia

Bandung, 26 Juni 2011
Upupaepops yang merindu

 

“Suatu ketika ada salah seorang sahabat yang ingin membalas kebaikan ibundanya. Kemudian dia menggendong ibunya pergi jauh, jaraknya sampai 9,6 km. Ketika ibundanya bergerak sedikit saja, lukalah kulitnya. Tapi dia katakan, “Aku Ikhlas untuk ibundaku”. Dia berjalan di bawah terik sinar mentari padang pasir hingga tiba di Ka’bah. Bahkan ketika thawaf pun, terus digendongnya ibunya penuh dengan kasih sayang. Meskipun luka, dia ikhlas karena inilah yang bisa dilakukan untuk ibundanya.
Kemudian dia bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, aku telah menggendong ibuku dari rumah sejauh 9,6 km dan aku ajak berthawaf dan berhaji. Apakah aku sudah bisa membalas jasa ibundaku? Rasulullah menjawab, “belum cukup”.

Read Full Post »

 

Duhai….

kau yang menantiku…

kau tau mencarimu tak sesederhana membeli baju

aku juga tak pernah berhenti membuat kesempatan untuk menemukan takdirku

kadang malah terluka karenanya

tapi aku percaya bahwa luka itu adalah hargamu

 

Duhai…

sungguh jangan pernah katakan bahwa tak kesegeradatanganku

karena khawatir tentang masadepan, tentang kecemasanku tak mampu menanggungmu

sungguh aku telah berserah kepadaNya atas semuanya

mudah bagiNya membuatku mampu mengurusmu

 

duhai…

jika kau memang tercipta untukku

kau adalah rizkiku dan aku adalah rizkimu

dan kehidupan takan memutusnya sampai habis jatah rizki kita

maka tak perlu kau gelisahkan tentang waktu yang terus meminta keremajaanmu

kupinta kau percaya bahwa cinta itu masih utuh untukmu

 

duhai…

tak pernah kusangsikan bahwa kau tak hanya mau

tumbuh menua berbahagia bersamaku

kau juga sanggup dan ikhlas mengecap pahit getir kehidupan berdua

menjejak sudut-sudut nelangsa perjalanan kita

InsyaAllah, pada waktunya semua akan nyata

dan semua hal yang akan kita lewati akan menjadi pupuk cinta

 

duhai…

jika kau adalah bunga kaktus gurun sahara

yang tumbuh di ujung gua yang tersesat

dan tak seorangpun tau keberadaannya

maka tangankulah yang ditakdirkan mengambilnya

jika kau adalah anggrek yg tumbuh di pucuk cemara

tinggi menjulang ribuan depa

maka tangankulah yang ditakdirkan meraihnya

bahkan jika dirimu adalah bungur di tepi jalan

disembunyikan semak belukar hingga tak ada yang bisa melihatnya

maka matakulah yang ditakdirkan melihat keindahannya

karena dirimu ada sebagai alasan diciptakannya cinta kita

 

duhai

suatu hari pada waktunya, kau halal bagiku

maka kita akan bertemu disudut malam

menangis berdua, mengadu dan berbagi rindu denganNya

ar rahman kita khatamkan di roka’at pertama

dan al muzzammil di rakoa’at kedua

maka apa yang lebih indah selain itu

 

izinkan di bait terakhir ini ku menyebutmu

duhai cinta….

apa yang bisa kukatakan selain asta’iinuu bissobri washsholaat

bukan hanya dirimu yang menanti, aku juga tak pernah berhenti mencari

jika kau tercipta dari tulang rusukku, maka pada waktunya hatiku akan menemukanmu

percayalah..

maka ku pinta jaga imanmu, jaga hatimu, dan jaga kehormatanmu

untukku

Cibiru, 15 sya’ban 1432 H

yang mencarimu

Upupaepop

Read Full Post »