Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Cerita Cinta’

Judul yg membuatku tertarik menyusun kembali, kertas yang remuk berepih-repih. Kutemukan di bawah pohon kamboja senja tadi

*****

Dinda maafkan…cinta

Senin, kutemukan kekaguman pada lentik bulu mata itu,bangir indah hidung itu,bening langsat kulit itu, rekah merah alami bibir itu

lalu kucuri-curi anugerah rupawannya dengan mataku

hingga suatu ketika saat pagi yang dingin kutemukan dia duduk sendiri di bawah pohon kamboja

waktu itu semua hening kecuali hatiku

tanyanya datang menyergap seperti segerombolan penyamun

“Cintakah…?”

kujawab gegabah dengan wajah yang merah kaku

“Ya”

lalu aku pulang dengan segera, membawa rindu yang menyiksa

*****

selasa, kubawa kuncup anggrek dengan ikatan pita jingga ditangkainya. kutitip pada adek kecil penjual keripik apel

“Mbak!, kalau mbak beli keripiku, mbak akan dapat hadiah”

matanya berbinar penasaran, senyumnya merekah dan pagi kurasakan semakin cerah

“Emang apa hadiahnya?”

“Rahasia” jawab adek penjual keripik singkat dan padat. membuatnya semakin penasaran

“Berapa harganya?”

Adek penjual keripik gesit menjawab, persis seperti yang telah aku ajarkan

“Harganya adalah senyummu mbak, tersenyumlah dan akan segera kukasih keripik juga hadiahnya”

maka serta merta dia tersenyum, bukan mau membayar, tapi karena lelucon adek penjual keripik itu

segera saja dia menerima sebungkus keripik juga bunganya

mukanya bersemu, jiwa wanitanya pecah. segera ia bertanya. gerangan siapa, dan apa makna bunga anggrek itu. Adek penjual keripik menunjukku yang sedang berdiri diseberang jalan. memakai celana jean hitam dan kaos putih, bergambar senyuman di bagian depannya

tanyanya datang menyergap seperti segerombolan penyamun

“Cintakah…?”

Segera ku masuk angkot tanpa menjawabnya, sebentar kemudian ketemukan senyumnya tertinggal dan aku berlari

*****

Rabu,dia duduk berdua dengan ayahnya diteras. entah apa yang mereka obrolkan, aku tidak tahu. seorang pengamen datang tiba-tiba

bercelana jean hitam dengan kaos bergambar senyum.

“permisi..” sapa pengamen itu sopan. dia ingat baju yang dipakai pengamen itu

Kemana langkah ku pergi selalu ada bayangmu” bait pertama mengalun dengan denting petikan gitar yang menyusup kerelung-relung. Bukan main, nada benar-benar sempurna menaklukan logikanya. Ia dengan ayahnya tampak terpaku syahdu

Kuyakin makna nurani, kau takan pernah terganti” bait kedua membuat kerut mukanya seperti ikut bermelodi

pandanglah bintang berpijar, kau takan pernah tersembunyi” bait ketiga ia semakin menikmati, imajinasinya melayang-layang membuat cerita indah cinta

Dimanakah engkau berada, disana cintaku…” bait keempat sempurna membuatnya tak tahan , ia berdiri berjalan ke ujung halaman depan dan melihat kekanan kiri

aku melintas dijalan depan rumahnya, dengan sepeda gunung mengangguk ke ayahnya.

ia tak lagi bertanya cintakah. tapi hanya senyum yang terus bersambung di bibirnya

*****

kamis,pagi sekali, sebelum matahari datang membawa cinta, menyulam kehidupan dari lelapnya. barangkali datang bersama embun yang bergulir ke pucuk-pucuk daun.

“Ya”

kupandangi berjam-jam sms itu,cuma dua huruf itu saja

*****

Jum’at, Pagi datang,lalu ku kirim email yang biasa saja segera

apakah masih ya?, jika aku hanya datang membawa cinta saja

lalu ayahmu memalingiku, dan ibumu berkelit dari rayuanku. Tentu aku paham jika kau berfikir lebih dahulu, lalu kau akan bertanya; apa yang akan kau janjikan dalam berkeluarga?

dan cuma ku jawab cinta, apakah masih ya?

sebelum dhuha dia kirim sms kedua; menurutmu apa cinta itu?

ku balas cepat; dibawah pohon kamboja, taman komplek perumahan orangtuamu. Kutunggu jam 3

Dia datang jam 3 kurang 5. tapi hatinya telah disitu seharian lamanya

ia menemukan seorang lelaki memakai jean hitam dan kaos bergambar senyum di depannya

“Assalau’alikum” sungguh salam yang tak biasa

“Wa’alaikum salam, silahkan duduk jika tak keberatan” jawab lelaki itu kalem

dia memilih duduk di ujung bangku. tanpa disadarinya aku duduk membelakinginya. kami bertiga

“Cinta adalah ketika seseorang datang kesini, mencari-cari alasan untuk tak ikut berlibur keluar kota. meskipun bersama keluarga tercinta” suaraku mengagetkannya

“lalu?”

lalu kubacakan syair Rumi kepadanya

Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badan semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi.

Para tabib menyarankan bedah, “Sebagian darah dia harus dikeluarkan, sehinggu suhu badan menurun.”

Majnun menolak, “Jangan, jangan melakukan bedah terhadap saya.”

Para tabib pun bingung, “Kamu takut? padahal selama ini kamu masuk-keluar hutan seorang diri.

Tidak takut menjadi mangsa macan, tuyul atau binatang buas lainnya. Lalu kenapa takut sama pisau bedah?”

“Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab Majnun.

“Lalu, apa yang kau takuti?”

“Jangan-jangan pisau bedah itu menyakiti Layla.”

“Menyakiti Layla? Mana bisa? Yang dibedah badanmu.”

“Justru itu. Layla berada di dalam setiap bagian tubuhku.

Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan Layla.”

“Lalu?”

“Lalu segeralah pulang, keluargamu akan berangkat segera” aku dan lelaki yang memaki jean hitam dan kaos bergambar senyum pergi meninggalkannya. tampak senyum yang terus bersambung di bibirnya

Bersambung….

Read Full Post »